Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bogor, Bumbu Kacang dari Pihak Ketiga Jadi Sorotan

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bogor, Bumbu Kacang dari Pihak Ketiga Jadi Sorotan

Dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih dalam penyelidikan. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut dugaan sementara mengarah pada bumbu kacang yang disajikan bersama menu sate dalam paket makanan tersebut.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan investigasi awal terhadap proses penyediaan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG ke sekolah-sekolah di Dramaga. Bumbu kacang yang digunakan diketahui sudah dalam kondisi digiling dan tidak diolah dari bahan mentah sejak awal oleh dapur penyedia.

“Informasi yang kami dapatkan, dugaan sementara, mereka mendapatkan dampak terhadap kesehatan mereka atas menu sate yang diduga ini dari bumbu kacangnya,” kata Tysa pada Selasa (27/10/2026).

Temuan mengenai bumbu kacang tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai penyebab gangguan kesehatan para siswa. BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan. Hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah terdapat kontaminasi atau persoalan lain pada makanan yang dikonsumsi.

Dalam penelusuran sementara, bumbu kacang yang digunakan oleh dapur SPPG disebut tidak dibuat melalui seluruh proses pengolahan di dapur tersebut. Bumbu telah berada dalam kondisi digiling sebelum digunakan. Kondisi inilah yang menjadi salah satu bagian yang sedang ditelusuri dalam investigasi, termasuk asal dan proses penanganan bahan tersebut sebelum sampai ke dapur penyedia.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, BGN telah memberikan sanksi suspensi kepada SPPG yang bersangkutan. Penghentian sementara operasional tersebut dilakukan selama proses investigasi dan pemeriksaan sampel makanan berlangsung.

Kasus ini bermula setelah siswa di sejumlah sekolah di Dramaga mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi MBG pada Senin (26/10/2026). Sejumlah laporan menyebut siswa mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, diare, dan badan lemas. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Jumlah warga sekolah yang sempat dilaporkan mengalami keluhan sempat berbeda-beda. Kepolisian sebelumnya mencatat 489 siswa dan guru mengalami dugaan keracunan hingga Selasa sore. Namun, BGN kemudian memberikan klarifikasi bahwa angka tersebut tidak menggambarkan jumlah orang yang masih menjalani observasi medis.

Menurut Tysa, data dari tim BGN di lapangan menunjukkan sebanyak 13 siswa masih menjalani observasi pada Selasa sore. Angka ratusan sebelumnya muncul setelah pihak sekolah menanyakan kepada siswa yang mengonsumsi MBG apakah mereka merasakan sakit perut. Sekitar 400 siswa menyatakan mengalami keluhan dan kemudian dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar siswa kemudian diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. BGN menyebut sekitar 40 orang sempat membutuhkan observasi lanjutan, sebelum jumlah yang masih menjalani observasi berkurang menjadi 13 orang pada sore hari.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor telah mengambil sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi para siswa. Sampel tersebut dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bogor untuk diperiksa. Pemerintah daerah menyatakan hasil pemeriksaan akan digunakan untuk memastikan penyebab kejadian berdasarkan data dan fakta yang terverifikasi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan penanganan kesehatan siswa menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia memastikan biaya pengobatan para siswa yang mendapatkan penanganan akibat kejadian tersebut ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, baik untuk pelayanan di fasilitas kesehatan pemerintah maupun rumah sakit swasta rujukan.

Selain penanganan medis, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberlakukan pembelajaran jarak jauh selama dua hari bagi siswa SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Dramaga. Kebijakan tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan memberikan waktu bagi siswa untuk beristirahat setelah kejadian.

Peristiwa tersebut turut menjadi perhatian terhadap proses pengadaan dan pengolahan bahan makanan dalam program MBG. Penggunaan bahan yang telah melalui proses pengolahan oleh pihak lain membuat rantai penyediaan bahan pangan perlu ditelusuri, terutama terkait sumber bahan, proses produksi, penyimpanan, serta penanganannya sebelum digunakan dalam menu MBG.

Meski bumbu kacang menjadi dugaan sementara yang disampaikan BGN, penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa belum dapat dipastikan sebelum hasil uji laboratorium keluar. Karena itu, seluruh pihak masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah keluhan kesehatan tersebut benar berkaitan dengan makanan tertentu dalam paket MBG.

Hingga saat ini, kondisi sebagian besar siswa yang sempat mendapatkan perawatan dilaporkan berangsur membaik. Sementara itu, operasional SPPG terkait masih ditangguhkan dan proses investigasi terus berjalan untuk memastikan penyebab kejadian serta mengevaluasi proses penyediaan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !