Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak cuaca ekstrem masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut antara lain terjadi di Aceh dan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan bencana hidrometeorologi yang menyebabkan warga terdampak serta sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Di Aceh, banjir masih terjadi di sejumlah wilayah. Salah satu daerah yang terdampak adalah Kota Subulussalam. Banjir dilaporkan mulai terjadi sejak Sabtu (24/10/2026) dan masih belum sepenuhnya surut dalam beberapa hari berikutnya.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan banjir di Kota Subulussalam berdampak terhadap 1.368 warga. Selain Subulussalam, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tenggara.
Kondisi banjir tersebut menjadi perhatian karena genangan bertahan selama beberapa hari. Situasi demikian berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama apabila curah hujan kembali meningkat dan menyebabkan debit air bertambah.
Sementara itu, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sejak Minggu (25/10/2026) dan ditandai dengan angin kencang serta kondisi cuaca buruk yang berdampak terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
BNPB mencatat sedikitnya 124 jiwa terdampak akibat cuaca ekstrem di Enrekang. Selain berdampak terhadap warga, kejadian tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah. Warga yang terdampak dilaporkan mengungsi sementara ke rumah keluarga.
Rentetan kejadian tersebut menunjukkan ancaman bencana hidrometeorologi masih perlu diwaspadai di sejumlah daerah. Banjir dan angin kencang dapat terjadi ketika kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan hujan serta peningkatan intensitas cuaca dalam waktu singkat.
BMKG sebelumnya mencatat hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem terjadi di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra Utara. Pada 25 Oktober 2026, curah hujan harian tertinggi mencapai 187 milimeter di Pos Hujan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, serta 103 milimeter di Pos Hujan Lobu Rampah, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
BMKG juga mengingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat selama periode berikutnya. Masyarakat di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, longsor, maupun angin kencang yang dapat menyertai hujan berintensitas tinggi.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, BNPB terus melakukan pemantauan perkembangan bencana secara berkala. Pemerintah daerah juga didorong segera merespons kondisi di lapangan, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi.
Langkah mitigasi menjadi penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, maupun kawasan yang memiliki risiko terdampak angin kencang. Warga dapat meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan instansi resmi.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan kondisi lingkungan selama hujan berlangsung. Apabila air mulai meningkat atau terdapat tanda-tanda bencana, warga di kawasan terdampak perlu mengikuti arahan petugas dan berpindah ke lokasi yang lebih aman.
Di sisi lain, perkembangan kondisi cuaca di Aceh masih menjadi perhatian. Data BNPB mencatat sejumlah kejadian cuaca ekstrem di wilayah Aceh dalam periode yang sama, sementara BMKG menetapkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di provinsi tersebut pada 28 Oktober 2026.
BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya bencana susulan. Pemantauan kondisi lapangan, penyediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, serta kesiapan jalur evakuasi menjadi bagian penting dalam penanganan apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.
Hingga laporan tersebut disampaikan, penanganan di wilayah terdampak masih dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Masyarakat di Aceh dan Enrekang diimbau terus mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah daerah, BNPB, BMKG, serta instansi terkait untuk menentukan langkah yang aman selama kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !