Awal Mula Kasus Orang Tua Diduga Bunuh Bayi di Toilet Terungkap dari Tangisan Korban

Foto: Ayah dan ibu pembunuh bayi dalam toilet umum di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Dok. Istimewa)

Awal Mula Kasus Orang Tua Diduga Bunuh Bayi di Toilet Terungkap dari Tangisan Korban

JAKARTA — Kasus meninggalnya seorang anak berusia 20 bulan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terungkap setelah warga mendengar suara tangisan dari sebuah toilet umum. Kecurigaan saksi di lokasi kemudian berujung pada pengungkapan perkara yang melibatkan ibu kandung dan ayah tiri korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (31/10/2026) malam di toilet umum sekitar Pasar Kebayoran Lama, dekat Stasiun Kebayoran Lama. Polisi menyebut kejadian di lokasi berlangsung dalam dua waktu berbeda, yakni sekitar pukul 19.00 WIB dan 23.00 WIB.

Menurut keterangan kepolisian, pemilik toilet umum mulai merasa curiga setelah mendengar jeritan dan tangisan anak dari dalam toilet. Suara tersebut membuat saksi mempertanyakan apa yang sedang terjadi di dalam ruangan itu.

Kecurigaan warga semakin kuat ketika salah satu pihak yang diduga terlibat kembali mendatangi lokasi. Warga kemudian melakukan pengamanan dan menghubungi kepolisian. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu petunjuk awal yang membantu aparat menelusuri perkara tersebut.

Polsek Kebayoran Lama bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan kemudian melakukan penyelidikan. Petugas memeriksa lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri keberadaan korban. Dalam proses tersebut, polisi mengamankan dua orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, yakni ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung korban berinisial JM (19).

Polisi menyatakan korban meninggal dunia setelah mengalami kekerasan di toilet umum tersebut. Dalam keterangan awal, penyidik mengungkap dugaan bahwa korban mengalami tindakan yang membahayakan keselamatannya. Rangkaian peristiwa secara lengkap masih menjadi bagian dari proses penyidikan.

Setelah kejadian, kedua tersangka diduga membawa korban menuju kawasan Palmerah, Jakarta Barat, menggunakan transportasi daring. Mereka kemudian berjalan ke arah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan meninggalkan korban di sebuah lahan kosong. Polisi menemukan korban di lokasi tersebut dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam menyampaikan bahwa dugaan motif dalam perkara ini berkaitan dengan kondisi ekonomi. Meski demikian, motif dan peran masing-masing tersangka tetap didalami penyidik berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan yang tersedia.

Kedua tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan ketentuan hukum terkait perlindungan anak serta pasal pidana lainnya. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya kekerasan sebelumnya dan memastikan apakah terdapat pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Polisi mengapresiasi warga yang berani menyampaikan informasi ketika mendengar tangisan dan melihat hal yang mencurigakan. Kepedulian masyarakat dinilai berperan penting dalam membantu aparat merespons dugaan kekerasan terhadap anak.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa anak-anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan dan perhatian dari lingkungan sekitarnya. Masyarakat diimbau segera melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !