Warga Lumajang Tangkap Buaya Muara Sepanjang 2,2 Meter Saat Banjir Lahar Semeru

Warga Lumajang Tangkap Buaya Muara Sepanjang 2,2 Meter Saat Banjir Lahar Semeru

LUMAJANG – Kemunculan seekor buaya muara di kawasan permukiman warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menghebohkan masyarakat setempat. Buaya dengan panjang sekitar 2,2 meter tersebut ditemukan dalam kondisi terjerat perangkap biawak di kawasan rawa Dusun Kaliwelang. Penemuan ini terjadi ketika wilayah tersebut dilanda banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Senin (2/11/2026).

Keberadaan buaya di sekitar kawasan yang tidak jauh dari permukiman penduduk itu membuat warga terkejut sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, satwa liar berukuran cukup besar tersebut ditemukan di lokasi yang masih berada dalam jangkauan aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga pun khawatir apabila keberadaan hewan predator tersebut dapat mengancam keselamatan orang-orang yang beraktivitas di sekitar rawa.

Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, menjelaskan bahwa buaya yang ditemukan merupakan jenis buaya muara dengan nama latin Crocodylus porosus. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, hewan tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 2,2 meter dengan diameter tubuh kurang lebih 30 sentimeter. Saat ditemukan, buaya masih dalam keadaan hidup karena terjerat perangkap yang sebelumnya dipasang warga untuk menangkap biawak.

Proses penemuan buaya tersebut bermula ketika seorang warga hendak memeriksa perangkap biawak yang dipasangnya di kawasan rawa Dusun Kaliwelang. Namun, warga justru mendapati seekor buaya terperangkap di dalamnya. Hewan tersebut diketahui terus bergerak dan memberontak saat berusaha melepaskan diri dari jeratan perangkap.

Temuan yang tidak terduga itu kemudian menarik perhatian warga sekitar. Buaya yang semula tidak diperkirakan berada di kawasan tersebut akhirnya berhasil diamankan. Kapolsek Pasirian membenarkan bahwa penangkapan dilakukan setelah warga menemukan satwa tersebut di dalam jebakan biawak. Keberhasilan pengamanan itu mencegah buaya tetap berada di kawasan rawa yang lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk.

Setelah berhasil diamankan, buaya tersebut selanjutnya dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Penanganan satwa liar itu kemudian diserahkan kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan agar keselamatan warga tetap terjaga sekaligus memastikan satwa liar mendapatkan penanganan dari pihak yang memiliki kewenangan di bidang konservasi.

Kemunculan buaya ini juga menjadi perhatian karena ditemukan bertepatan dengan terjadinya banjir lahar hujan Gunung Semeru. Meski demikian, lokasi penemuan di kawasan rawa Dusun Kaliwelang diketahui tidak memiliki aliran yang berhulu langsung dari Gunung Semeru. Dengan demikian, hubungan langsung antara banjir lahar dan kemunculan buaya tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Kapolsek Pasirian mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar kawasan rawa maupun sungai. Imbauan tersebut disampaikan karena buaya yang berhasil ditangkap diperkirakan masih berusia muda. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bahwa kemungkinan masih terdapat buaya lain yang berukuran lebih besar dan belum ditemukan di sekitar kawasan tersebut.

Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila kembali menemukan keberadaan buaya atau tanda-tanda kemunculan satwa liar di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Masyarakat tidak disarankan mendekati ataupun mencoba menangkap hewan tersebut secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan.

Penemuan buaya muara sepanjang sekitar 2,2 meter di Desa Gondoruso ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap keberadaan satwa liar, terutama di kawasan perairan dan rawa yang berdekatan dengan permukiman. Sementara itu, penanganan lebih lanjut terhadap buaya yang telah diamankan menjadi kewenangan instansi terkait, termasuk BKSDA.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !