VATIKAN — Paus Leo XIV mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan kepemimpinan Gereja Katolik setelah menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan paruh waktu atau \midterm elections\ Amerika Serikat (AS). Peristiwa tersebut menjadi perhatian dunia karena untuk pertama kalinya seorang paus yang masih menjabat diketahui memberikan suara dalam pemilihan politik di Amerika Serikat.
Informasi mengenai partisipasi Paus Leo XIV tersebut dikonfirmasi oleh Kantor Pers Takhta Suci Vatikan pada Jumat (30/10/2026). Pemimpin umat Katolik dunia itu menggunakan hak kewarganegaraannya dengan mengirimkan surat suara melalui mekanisme pemungutan suara jarak jauh atau \mail-in ballot\ di Chicago, Illinois, Amerika Serikat.
Paus Leo XIV merupakan paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik yang lahir di Amerika Serikat. Sebelum terpilih menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik pada Mei 2025, ia dikenal dengan nama Robert Francis Prevost. Ia lahir di Chicago dan memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat serta Peru.
Dalam pernyataan resminya, Vatikan menjelaskan bahwa Paus Leo telah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Amerika Serikat setiap kali memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum. Partisipasi tersebut disebut sebagai bagian dari praktik keterlibatan kewarganegaraan yang telah lama dijalankannya.
“Bapa Suci telah menggunakan haknya untuk memilih sebagai warga negara Amerika Serikat, kapan pun beliau memenuhi persyaratan untuk melakukannya,” demikian keterangan Kantor Pers Takhta Suci.
Vatikan juga menyampaikan bahwa Paus Leo XIV mengirimkan surat suara melalui pos di Chicago. Mekanisme tersebut memungkinkan warga negara Amerika Serikat yang memenuhi persyaratan untuk memberikan suara tanpa harus datang langsung ke tempat pemungutan suara.
Melalui pernyataan yang sama, Paus Leo XIV menyampaikan keyakinannya bahwa partisipasi dalam proses demokrasi merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kehidupan demokratis merupakan bagian penting dari tanggung jawab kewarganegaraan.
“Bapa Suci menyampaikan keyakinannya terhadap hak dan kewajiban warga negara untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi,” demikian penjelasan Vatikan.
Pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November 2026 akan menentukan komposisi sejumlah lembaga pemerintahan, termasuk seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat AS atau House of Representatives. Selain itu, sebanyak 35 kursi Senat juga diperebutkan dalam pemilihan tersebut.
Pemilu kali ini turut mencakup pemilihan gubernur di 36 negara bagian serta sejumlah pejabat pemerintahan tingkat negara bagian dan daerah. Hasil pemungutan suara tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan keseimbangan kekuatan politik di Kongres Amerika Serikat.
Partisipasi Paus Leo XIV menarik perhatian karena statusnya sebagai pemimpin spiritual umat Katolik sekaligus warga negara Amerika Serikat. Meskipun telah terpilih sebagai paus, ia tetap memiliki hak kewarganegaraan yang dapat digunakan sesuai ketentuan hukum pemilu di negaranya.
Sebelum terpilih menjadi paus, Robert Francis Prevost diketahui telah beberapa kali mengikuti pemilihan di Amerika Serikat. Catatan pemilih yang diberitakan media Amerika menunjukkan bahwa ia pernah berpartisipasi dalam sejumlah pemilihan pendahuluan dari Partai Demokrat maupun Partai Republik.
Selain memiliki riwayat partisipasi politik di Amerika Serikat, Vatikan juga mengonfirmasi bahwa selama bertahun-tahun tinggal di Peru, Paus Leo XIV menggunakan hak pilihnya ketika memenuhi persyaratan sebagai pemilih di negara tersebut.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian karena sebelumnya hubungan Paus Leo XIV dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengalami ketegangan. Perbedaan pandangan keduanya antara lain berkaitan dengan kebijakan imigrasi Amerika Serikat serta konflik internasional, termasuk perang melawan Iran.
Meski demikian, Vatikan tidak mengungkapkan pilihan politik atau kandidat yang dipilih oleh Paus Leo XIV dalam surat suara tersebut. Partisipasinya dijelaskan sebagai pelaksanaan hak kewarganegaraan, bukan bentuk dukungan terbuka terhadap partai politik maupun kandidat tertentu.
Keikutsertaan Paus Leo XIV dalam pemilu Amerika Serikat menjadi peristiwa bersejarah dalam tradisi kepausan. Untuk pertama kalinya seorang paus yang masih menjabat diketahui menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum Amerika Serikat, sekaligus memperlihatkan bahwa tanggung jawab sebagai warga negara dapat tetap dijalankan di tengah kedudukannya sebagai pemimpin Gereja Katolik dunia.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !