HNW Dukung Dialog Arab Saudi, Turki, Pakistan dan Iran untuk Jaga Perdamaian Timur Tengah

HNW Dukung Dialog Arab Saudi, Turki, Pakistan dan Iran untuk Jaga Perdamaian Timur Tengah

JAKARTA — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW), menyatakan dukungannya terhadap langkah diplomatik yang dilakukan delegasi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan melalui dialog dengan Iran. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi jalan untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, memperkuat stabilitas keamanan regional, serta membuka peluang terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Dukungan tersebut disampaikan HNW pada Selasa (27/10/2026). Ia menilai komunikasi langsung antarpemerintah merupakan langkah penting untuk mencegah konflik semakin meluas. Melalui dialog, negara-negara yang memiliki kepentingan strategis di kawasan diharapkan dapat membangun kesepahaman, mengurangi potensi kesalahpahaman, serta mencari penyelesaian terhadap berbagai persoalan keamanan melalui jalur diplomasi.

HNW berharap pertemuan yang melibatkan Koalisi Mekah dan Iran tidak hanya berfokus pada stabilitas hubungan antarnegara, tetapi juga mampu mendorong penghentian konflik bersenjata yang berdampak terhadap masyarakat sipil. Ia menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan negara-negara di kawasan, menghentikan serangan terhadap sasaran sipil, serta memastikan keamanan umat Islam yang menjalankan ibadah haji dan umrah, khususnya di Makkah dan Madinah.

Menurut HNW, upaya diplomatik tersebut juga diharapkan dapat membantu meredakan ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan pemerintah Arab Saudi. Ia menilai konflik yang melibatkan kedua pihak berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap keamanan kawasan, termasuk bagi masyarakat sipil dan para jemaah yang melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

HNW menegaskan bahwa Makkah dan Madinah memiliki kedudukan penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, keamanan kedua kota suci tersebut perlu dijaga bersama agar tidak menjadi sasaran ancaman militer maupun bagian dari eskalasi konflik regional. Ia berharap umat Islam, termasuk jemaah asal Indonesia, dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap situasi keamanan.

Ia juga mengaitkan dialog tersebut dengan pernyataan bersama para menteri luar negeri negara-negara Koalisi Mekah yang disampaikan di Turki pada Sabtu (24/10/2026). Dalam pernyataan itu, para menteri menyampaikan pandangan mengenai situasi keamanan Timur Tengah dan menegaskan dukungan terhadap penyelesaian konflik Palestina melalui solusi dua negara, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina.

HNW memandang kesepahaman diplomatik tersebut perlu ditindaklanjuti melalui langkah nyata yang mengutamakan perdamaian dan perlindungan terhadap masyarakat. Ia mendorong negara-negara anggota OKI, terutama negara-negara di kawasan Teluk, agar memperkuat koordinasi dan kembali memusatkan perhatian pada upaya membantu rakyat Palestina yang menghadapi dampak konflik serta persoalan penjajahan.

Dalam pandangannya, perbedaan kepentingan antarnegara di kawasan tidak seharusnya menghalangi kerja sama untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Ia mengingatkan agar negara-negara anggota OKI menghindari perpecahan dan perselisihan yang dapat memperburuk situasi regional. Sebaliknya, komunikasi politik dan diplomasi perlu dimanfaatkan untuk membangun persatuan dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan keamanan bersama.

Selain mendukung dialog antara Koalisi Mekah dan Iran, HNW mendorong Organisasi Kerja Sama Islam agar mengambil peran lebih aktif dalam menyelesaikan konflik di kawasan. Menurutnya, keterlibatan OKI dapat memperluas ruang komunikasi antarnegara Muslim sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjaga kedaulatan, stabilitas, dan perdamaian negara-negara anggotanya.

OKI merupakan organisasi internasional yang menghimpun negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim maupun negara yang memiliki keterkaitan dengan dunia Islam. HNW menilai organisasi tersebut memiliki potensi untuk memperkuat diplomasi multilateral, terutama dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai, memperjuangkan kemerdekaan Palestina, serta melindungi Masjid Al-Aqsa dan kepentingan umat Islam.

Ia menekankan bahwa tujuan kerja sama negara-negara anggota OKI seharusnya tidak terbatas pada kepentingan politik dan pertahanan. Kolaborasi juga perlu diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi, sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Dengan kerja sama yang lebih luas, negara-negara anggota diharapkan dapat membangun ketahanan bersama sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

HNW turut mengkritik serangan berulang kelompok Houthi terhadap sasaran sipil di Arab Saudi. Menurutnya, tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat dapat memperburuk ketegangan dan mengganggu upaya membangun stabilitas di kawasan. Karena itu, ia menekankan perlunya penghentian serangan terhadap warga sipil serta penghormatan terhadap kedaulatan negara.

Ia juga mengusulkan agar Makkah dan Madinah dipandang sebagai ruang yang memiliki nilai strategis untuk mendorong diplomasi perdamaian. Kedua kota suci tersebut, menurutnya, dapat menjadi simbol persatuan umat Islam dan menginspirasi upaya penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Pendekatan diplomasi yang mengedepankan dialog dan kepentingan kemanusiaan dinilai penting untuk membangun kepercayaan di tengah perbedaan politik dan keamanan.

Pertemuan yang direncanakan berlangsung di Teheran, Iran, melibatkan sejumlah pejabat senior dari negara-negara terkait. Delegasi tersebut dijadwalkan mencakup Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, serta Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki Ibrahim Kalin. Dari pihak Iran, pertemuan tersebut juga melibatkan Presiden Masoud Pezeshkian dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.

Melalui dialog tersebut, HNW berharap negara-negara yang terlibat dapat menghasilkan langkah diplomatik yang konkret untuk mengurangi ketegangan, menjaga keamanan kawasan, dan memperkuat kerja sama dalam isu-isu kemanusiaan. Ia juga mendorong OKI agar memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat perannya dalam menciptakan perdamaian regional dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi.

Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha

author avatar
Wafiq Qodriyatussoleha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !