JAKARTA – Duduk di antara dua sujud merupakan salah satu gerakan penting dalam salat yang tidak boleh diabaikan. Pada posisi ini, umat Islam dianjurkan membaca doa yang berisi permohonan ampunan, rahmat, petunjuk, kecukupan rezeki, serta kebaikan dari Allah SWT. Bacaan tersebut memiliki makna mendalam karena mengajarkan seorang hamba untuk senantiasa menyadari keterbatasan diri dan memohon pertolongan kepada Allah dalam menjalani kehidupan.
Gerakan duduk di antara dua sujud dilakukan setelah sujud pertama dan sebelum melaksanakan sujud kedua dalam setiap rakaat salat. Selain menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah, posisi ini memberikan kesempatan bagi seorang muslim untuk memanjatkan doa dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.
Dalam tuntunan salat Rasulullah SAW, duduk di antara dua sujud dilakukan dengan tenang hingga tubuh berada dalam posisi yang sempurna. Gerakan tersebut bukan sekadar jeda di antara dua sujud, melainkan bagian dari tata cara salat yang memiliki ketentuan tersendiri. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami bacaan dan tata cara pelaksanaannya dengan baik.
Bacaan Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Salah satu bacaan doa yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA adalah sebagai berikut:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْزُقْنِي وَارْفَعْنِي
Latin: Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warzuqnii, warfa’nii.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku rezeki, dan tinggikanlah derajatku.”
Bacaan tersebut diriwayatkan dalam hadis Ibnu Majah nomor 740. Doa ini mengandung sejumlah permohonan yang mencakup kebutuhan spiritual dan kehidupan seorang muslim. Dengan membacanya, seorang hamba memohon agar kesalahan-kesalahannya diampuni, memperoleh kasih sayang Allah, diberikan kecukupan, dilapangkan rezekinya, serta ditinggikan derajatnya dalam kebaikan.
Selain bacaan tersebut, terdapat redaksi doa lain yang juga diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA. Bacaan ini dapat menjadi pilihan bagi umat Islam yang ingin mempelajari variasi doa duduk di antara dua sujud berdasarkan hadis.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي
Latin: Allahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”
Bacaan kedua tersebut diriwayatkan dalam hadis At-Tirmidzi nomor 284. Kedua redaksi doa di atas sama-sama memuat permohonan kepada Allah SWT, meskipun terdapat perbedaan pada susunan dan sejumlah lafaznya. Umat Islam dapat mempelajari bacaan yang bersumber dari hadis tersebut sesuai tuntunan yang dipahami dalam pembelajaran salat.
Makna Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Doa duduk di antara dua sujud bukan sekadar bacaan yang dihafalkan ketika menjalankan ibadah. Setiap permohonan di dalamnya mengandung pelajaran mengenai hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Berikut beberapa makna penting yang terkandung dalam doa tersebut.
1. Memohon ampunan kepada Allah SWT
Kalimat Rabbighfirlii berarti memohon agar Allah mengampuni dosa dan kesalahan. Permohonan ini mengingatkan umat Islam bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan membutuhkan ampunan Allah. Kesadaran tersebut diharapkan mendorong seseorang untuk memperbaiki diri, menyesali kesalahan, dan berusaha tidak mengulangi perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.
2. Memohon rahmat dan kasih sayang
Kalimat warhamnii berarti memohon rahmat Allah SWT. Rahmat menjadi kebutuhan setiap manusia, baik dalam menjalani kehidupan di dunia maupun dalam mengharapkan kebaikan di akhirat. Melalui permohonan ini, seorang muslim menyadari bahwa pertolongan dan kasih sayang Allah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupannya.
3. Memohon kecukupan dan perbaikan keadaan
Kalimat wajburnii mengandung makna permohonan agar Allah memperbaiki keadaan, menutup kekurangan, dan mencukupkan kebutuhan hamba-Nya. Makna ini tidak terbatas pada kebutuhan materi, tetapi juga dapat dipahami sebagai harapan agar kelemahan diri diperbaiki dan kehidupan diarahkan menuju keadaan yang lebih baik.
4. Memohon petunjuk dalam kehidupan
Kalimat wahdinii berarti memohon petunjuk dari Allah SWT. Petunjuk diperlukan agar seorang muslim dapat membedakan hal yang baik dan buruk serta mengambil keputusan sesuai tuntunan agama. Permohonan ini juga mengingatkan bahwa ilmu, pertimbangan yang matang, dan bimbingan Allah diperlukan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
5. Memohon rezeki yang baik
Kalimat warzuqnii berarti memohon agar Allah memberikan rezeki. Rezeki tidak hanya dipahami sebagai uang atau harta benda, tetapi juga mencakup kesehatan, kesempatan, ilmu yang bermanfaat, keluarga, dan berbagai karunia lainnya. Doa ini mengajarkan umat Islam untuk memohon rezeki sekaligus berusaha memperolehnya melalui cara yang baik dan halal.
6. Memohon peningkatan derajat
Kalimat warfa’nii berarti memohon agar Allah meninggikan derajat hamba-Nya. Permohonan ini dapat dipahami sebagai harapan agar seseorang memperoleh kedudukan yang baik melalui keimanan, ilmu, amal saleh, dan perilaku yang bermanfaat bagi sesama. Derajat yang tinggi dalam pandangan agama tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan atau kedudukan sosial, melainkan juga oleh ketakwaan dan amal perbuatan.
Tata Cara Duduk di Antara Dua Sujud
Selain memahami bacaannya, umat Islam perlu memperhatikan tata cara duduk di antara dua sujud. Posisi yang umum diajarkan dalam praktik salat di Indonesia adalah duduk iftirasy. Tata cara ini dilakukan dengan melipat kaki kiri dan mendudukinya, sementara kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari mengarah ke kiblat. Kedua tangan diletakkan di atas paha atau dekat lutut dengan posisi yang nyaman.
Setelah bangkit dari sujud pertama, seorang muslim hendaknya duduk dengan tenang hingga tubuh berada dalam posisi yang mantap. Pada saat itulah doa duduk di antara dua sujud dibaca. Setelah selesai, gerakan dilanjutkan dengan sujud kedua sesuai urutan salat.
Duduk di antara dua sujud termasuk rukun salat menurut mayoritas ulama. Karena itu, gerakan tersebut harus dilaksanakan dengan benar dan tidak boleh sengaja ditinggalkan. Adapun pembahasan mengenai hukum bacaan doa dan rincian ketentuannya dapat memiliki perbedaan penjelasan di antara mazhab fikih, sehingga umat Islam dapat merujuk pada tuntunan yang dipelajari dari guru agama atau ulama yang tepercaya.
Pentingnya Memahami Bacaan Salat
Menghafalkan doa duduk di antara dua sujud akan lebih bermakna apabila disertai pemahaman terhadap arti setiap kalimatnya. Dengan mengetahui maknanya, seorang muslim dapat menjalankan salat dengan kesadaran yang lebih baik dan menghayati permohonan yang disampaikan kepada Allah SWT.
Doa tersebut juga mengingatkan bahwa manusia membutuhkan ampunan, rahmat, petunjuk, rezeki, serta perbaikan keadaan dalam menjalani kehidupan. Permohonan itu menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya berdoa, tetapi juga berusaha memperbaiki perilaku, menjalankan kewajiban agama, dan berbuat baik kepada orang lain.
Dengan mempelajari bacaan Arab, pelafalan latin, arti, dan tata cara duduk di antara dua sujud, umat Islam diharapkan dapat melaksanakan salat dengan lebih baik. Pemahaman terhadap makna doa juga dapat membantu menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan dalam setiap rangkaian ibadah.
Jurnalis : Wulandari
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !