JAKARTA – Perselisihan terkait pekerjaan renovasi rumah berujung aksi pembacokan di kawasan Cakung Timur, Jakarta Timur. Insiden yang melibatkan mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Muhammad Fahrul, dan tetangganya, Jef Budiharto, tersebut menyebabkan kedua pria itu mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit berbeda.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan perumahan wilayah Cakung Timur pada Kamis (22/10/2026), berdasarkan keterangan kepolisian. Perselisihan diduga bermula dari teguran terhadap pekerja bangunan yang sedang melakukan renovasi rumah. Persoalan yang awalnya berkaitan dengan aktivitas pembangunan itu kemudian berkembang menjadi adu mulut hingga berujung kekerasan fisik.
Kapolsek Cakung, Kompol Andre Tri Putra, membenarkan bahwa Muhammad Fahrul merupakan mantan anggota Kopassus yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Fahrul mengalami luka bacok di bagian kanan kepala setelah terlibat pertikaian dengan Jef, yang tinggal berdekatan dengannya.
Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepolisian, konflik bermula ketika istri Jef menegur mandor bangunan yang sedang mengerjakan renovasi rumah Fahrul. Ia meminta agar pekerjaan tersebut dihentikan. Teguran itu diduga berkaitan dengan gangguan yang dirasakan akibat aktivitas renovasi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Situasi kemudian memanas setelah Fahrul meminta mandor bangunan tetap melanjutkan pekerjaannya. Tidak lama kemudian, Jef mendatangi lokasi dan terlibat adu mulut dengan Fahrul. Perbedaan kepentingan mengenai kelanjutan pekerjaan renovasi tersebut akhirnya memicu pertengkaran di antara keduanya.
Menurut penjelasan Kompol Andre, pertengkaran itu berlanjut hingga muncul ancaman penggunaan senjata tajam. Dalam kronologi awal yang diterima polisi, Jef diduga mengayunkan golok ke arah Fahrul. Ayunan pertama tidak mengenai sasaran, tetapi serangan berikutnya mengenai bagian kanan kepala Fahrul hingga menyebabkan luka.
Fahrul kemudian melakukan perlawanan dengan membanting Jef ke lantai. Akibat perlawanan tersebut, Jef juga mengalami luka, termasuk pada bagian leher dan pelipis. Dengan demikian, insiden itu tidak hanya menyebabkan Fahrul mengalami luka bacok, tetapi juga membuat Jef harus memperoleh penanganan medis setelah pertikaian berlangsung.
Setelah kejadian, Fahrul dibawa ke Rumah Sakit Mayapada Jakarta Garden City untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, Jef menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi akibat luka yang dialaminya. Kondisi keduanya menjadi salah satu hal yang memengaruhi proses pemeriksaan kepolisian terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Kapolsek Cakung menjelaskan bahwa penyidik belum dapat meminta keterangan secara langsung dari Jef karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pada tahap awal penanganan perkara, Jef masih berstatus sebagai saksi. Status tersebut menunjukkan bahwa proses hukum masih berjalan dan kepolisian belum menyampaikan penetapan tersangka dalam perkembangan yang diberitakan.
Polisi juga melakukan pendalaman untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa, termasuk penyebab pertengkaran, tindakan masing-masing pihak, serta kondisi yang berujung pada penggunaan senjata tajam. Keterangan saksi dan hasil pemeriksaan lainnya diperlukan untuk membantu penyidik menyusun kronologi yang lebih lengkap dan menentukan langkah hukum sesuai bukti yang ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan renovasi rumah di lingkungan permukiman dapat memicu perselisihan apabila tidak diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Aktivitas pembangunan memang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni sekitar, terutama apabila berkaitan dengan kebisingan atau waktu pengerjaan. Namun, keberatan semestinya disampaikan melalui dialog dan mekanisme penyelesaian yang tepat, bukan melalui ancaman maupun tindakan kekerasan.
Hingga perkembangan yang disampaikan kepolisian, penyelidikan masih dilakukan untuk mendalami kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi, pendalaman kronologi, serta keterangan dari kedua pihak setelah kondisi kesehatan memungkinkan menjadi bagian penting dalam mengungkap perkara secara menyeluruh. Penentuan tanggung jawab hukum akan bergantung pada hasil penyelidikan dan bukti yang diperoleh aparat penegak hukum.
Jurnalis : Wulandari
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !