Pencarian Muhayar, Pemancing yang Diduga Tenggelam di Kuari Rumpin Terkendala Sampah

Pencarian Muhayar, Pemancing yang Diduga Tenggelam di Kuari Rumpin Terkendala Sampah

BOGOR — Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap Muhayar (43), pemancing yang diduga tenggelam di danau bekas galian pasir atau kuari di Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hingga Senin, 2 November 2026, korban belum ditemukan setelah pencarian pada hari sebelumnya dihentikan karena kondisi mulai gelap dan banyaknya sampah di lokasi.

Kapolsek Rumpin AKP Heri Iwan Suryana mengatakan pencarian terhadap Muhayar kembali dilanjutkan pada Senin pagi. Petugas tidak dapat melakukan pencarian hingga malam hari karena kondisi di lokasi dinilai berisiko bagi keselamatan personel SAR.

Menurut Heri, pencarian pada Minggu, 1 November 2026, terpaksa dihentikan ketika waktu sudah mendekati malam. Selain faktor pencahayaan, kondisi perairan yang dipenuhi sampah juga menjadi salah satu hambatan dalam proses pencarian korban.

“Belum ditemukan, ini masih evakuasi di lokasi. Kemarin keburu Magrib, makanya dihentikan,” kata Heri saat memberikan keterangan pada Senin.

Ia menjelaskan pencarian pada malam hari tidak memungkinkan dilakukan secara optimal karena dapat membahayakan petugas. Sementara itu, banyaknya sampah di permukaan maupun sekitar area pencarian membuat proses penyisiran menjadi lebih sulit.

“Kemarin kendalanya karena mepet sudah terlalu sore jadi situasi sudah tidak aman untuk evakuasi. Untuk kendala sementara tidak ada, hanya banyak sampah saja,” ujar Heri.

Sebelumnya, informasi mengenai dugaan orang tenggelam di kuari Rumpin diterima petugas pada Minggu siang. Muhayar dilaporkan berada di lokasi untuk memancing sekitar pukul 12.00 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut setelah korban diduga tercebur ke dalam danau.

Staf Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga dan kepolisian. Pencarian dilakukan dengan menyusuri area perairan serta melakukan penyelaman di sekitar lokasi tempat Muhayar diketahui memancing.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempersempit area pencarian dan menemukan keberadaan korban. Namun, hingga pencarian pada Minggu sore berakhir, Muhayar belum ditemukan.

“SAR gabungan telah melakukan penyusuran air dan penyelaman di sekitar area korban memancing. Namun hingga sore tadi korban belum ditemukan,” kata Jalaludin.

Dalam pencarian tersebut, personel gabungan menggunakan peralatan pendukung, termasuk perahu karet, untuk menjangkau bagian tengah danau. Tim juga melakukan pemeriksaan di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

Lokasi kejadian merupakan danau yang terbentuk dari bekas aktivitas penggalian pasir. Area kuari tersebut cukup luas sehingga pencarian membutuhkan penyisiran secara bertahap. Kondisi perairan dan keberadaan sampah menjadi faktor yang perlu diperhitungkan oleh petugas selama operasi berlangsung.

Sebelum dilaporkan hilang, Muhayar diketahui sedang memancing di sekitar danau bekas galian pasir di Kampung Pasir Randu, Desa Tamansari. Seorang warga bernama Marudin sempat melihat korban berada di lokasi tersebut dan mengingatkannya untuk pulang karena sudah memasuki waktu salat Zuhur.

Namun, setelah itu keberadaan Muhayar tidak lagi diketahui. Warga kemudian melaporkan dugaan korban tercebur atau tenggelam kepada pihak berwenang. Polisi dan BPBD selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta memulai pencarian.

Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan, termasuk BPBD Kabupaten Bogor, Basarnas, kepolisian, TNI, serta unsur terkait lainnya. Tim melakukan penyisiran di permukaan danau sekaligus penyelaman untuk memeriksa bagian perairan yang menjadi prioritas pencarian.

Pada Minggu malam, BPBD Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Senin pagi. Jadwal tersebut disiapkan setelah operasi hari pertama belum membuahkan hasil dan kondisi lapangan tidak lagi memungkinkan untuk pencarian yang aman.

Dengan dilanjutkannya operasi pada Senin, petugas kembali memusatkan perhatian pada area yang diduga menjadi titik terakhir Muhayar terlihat. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perairan, keberadaan sampah, serta keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Hingga keterangan terakhir disampaikan, belum ada informasi mengenai penemuan Muhayar. Tim SAR masih berupaya mencari korban dan terus melakukan penyisiran di area kuari Rumpin. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil operasi pencarian dan informasi resmi dari petugas di lapangan.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !