Polisi menggelar operasi besar-besaran untuk memberantas dugaan peredaran narkoba di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Dalam operasi tersebut, sebanyak 26 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan, sementara sejumlah orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika berhasil melarikan diri.
Operasi tersebut melibatkan sekitar 1.800 personel gabungan dari sejumlah unsur, antara lain Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Brimob. Penyisiran dilakukan secara serentak dari berbagai arah untuk menjangkau titik-titik yang diduga menjadi lokasi transaksi maupun penyalahgunaan narkoba.
Salah satu strategi yang digunakan aparat menjadi perhatian karena sebagian personel menuju kawasan sasaran dengan menumpang kereta rel listrik (KRL). Pergerakan tersebut dilakukan untuk menjangkau wilayah di sekitar bantaran rel sekaligus mendukung operasi yang digelar secara serentak.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan pengerahan personel dari berbagai sisi merupakan bagian dari strategi operasi. Aparat tidak hanya datang melalui jalur darat, tetapi juga bergerak dari sisi rel untuk mengepung kawasan yang menjadi sasaran.
Penggunaan kereta tersebut telah dikoordinasikan dengan KAI Commuter. Rangkaian yang digunakan merupakan Kereta Luar Biasa (KLB) pada rute Jakarta Kota-Tanjung Priok dan perjalanan berlangsung sekitar pukul 06.25 WIB. KAI Commuter menyatakan perjalanan tersebut tidak mengganggu operasional Commuter Line reguler menuju Tanjung Priok.
Meski demikian, proses penggerebekan sempat berdampak pada perjalanan kereta reguler. KAI Commuter menyebut tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan antara empat hingga 19 menit. Keterlambatan tersebut terjadi karena adanya kerumunan warga di sekitar rel ketika proses penggerebekan berlangsung.
Dalam penyisiran, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Barang yang diamankan antara lain sabu dalam jumlah ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi. Polisi juga menemukan mesin yang diduga digunakan untuk mencetak ekstasi.
Selain narkotika, aparat turut mengamankan bong atau alat isap, senjata tajam, serta senjata api. Polisi juga menemukan sejumlah uang tunai yang disimpan bersama barang bukti ganja. Uang tersebut diduga berkaitan dengan transaksi peredaran narkotika, meski penyidik masih melakukan pendalaman terhadap asal-usul dan keterkaitannya dengan perkara.
Dari sejumlah orang yang diamankan, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran masing-masing. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyebut terdapat orang yang diduga sebagai pemilik barang dan sejumlah lainnya yang diduga sebagai pengguna. Status serta keterlibatan mereka masih harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyidikan.
Penggerebekan juga sempat diwarnai perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi. Polisi menduga aksi tersebut merupakan upaya mengalihkan perhatian petugas dari titik yang menjadi sasaran utama operasi. Kendati menghadapi perlawanan, aparat menyatakan tetap melanjutkan penyisiran dan tidak mengalihkan fokus dari target yang telah ditentukan.
Dalam operasi tersebut, sejumlah bandar atau target utama diduga berhasil melarikan diri. Polisi menyatakan akan terus memburu pihak-pihak yang diduga berada di balik jaringan peredaran narkotika di kawasan tersebut. Aparat juga masih melakukan pendalaman terhadap informasi mengenai lokasi dan pola transaksi yang berlangsung di Kampung Bahari.
Polisi turut menyoroti keberadaan lapak-lapak liar di sepanjang bantaran rel yang diduga dimanfaatkan sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkoba. Penertiban dan pembongkaran bangunan yang disalahgunakan tersebut menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan untuk mencegah lokasi yang sama kembali digunakan untuk aktivitas ilegal.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto juga mendorong adanya penataan kawasan dan lingkungan sosial di Kampung Bahari. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak hanya membutuhkan tindakan kepolisian, tetapi juga keterlibatan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperbaiki kondisi lingkungan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap pengaruh narkoba.
Setelah operasi berlangsung, 26 orang yang diamankan dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu, pengejaran terhadap target yang belum tertangkap serta penyelidikan mengenai jaringan peredaran narkotika di kawasan Kampung Bahari masih terus dilakukan.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !