17 Menit Sebelum Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol, Ini Rangkaian Peristiwa yang Masih Jadi Misteri

17 Menit Sebelum Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol, Ini Rangkaian Peristiwa yang Masih Jadi Misteri

Tabrakan dua kereta cepat di Provinsi Toledo, Spanyol, pada Rabu, 28 Oktober 2026, menyisakan pertanyaan besar mengenai apa yang terjadi dalam 17 menit sebelum kecelakaan maut tersebut. Dalam rentang waktu itu, sebuah kereta Renfe AVE yang membawa ratusan penumpang melaju menuju Sevilla, sementara kereta Iryo berada dalam kondisi berhenti di jalur yang sama.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.53 waktu setempat di wilayah Urda, pada jalur kereta cepat Madrid-Sevilla. Kereta AVE menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti. Sedikitnya 69 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka.

Perhatian penyelidik kini tertuju pada gangguan sistem keselamatan dan keputusan yang diambil pusat kendali perjalanan kereta di Madrid. Salah satu persoalan utama adalah mengapa kereta Renfe diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah sistem pengamanan otomatis mengalami gangguan, sementara kereta Iryo masih berada di jalur yang sama.

Gangguan pertama dilaporkan sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Sistem LZB yang digunakan untuk memantau pergerakan kereta dan menjaga jarak aman mengalami kegagalan akibat masalah komputer. Gangguan tersebut berdampak pada sekitar 63 kilometer jalur Madrid-Sevilla dan menyebabkan sejumlah kereta harus berhenti atau menyesuaikan kecepatannya.

Sistem LZB merupakan perangkat keselamatan yang berfungsi mengirimkan informasi mengenai kondisi jalur kepada masinis. Sistem tersebut juga dapat membantu mengendalikan kecepatan kereta dan melakukan pengereman otomatis apabila terdapat kondisi yang membahayakan. Ketika sistem mengalami gangguan, pengaturan perjalanan harus dilakukan melalui prosedur alternatif.

Pada pukul 08.36, pusat kendali Adif di Stasiun Atocha, Madrid, memberikan izin kepada masinis AVE untuk kembali melanjutkan perjalanan menggunakan sistem blok sinyal di sisi jalur atau BSL. Dalam rekonstruksi komunikasi yang dipublikasikan sejumlah media, izin tersebut diberikan dengan instruksi agar kereta tetap berjalan dalam kondisi normal.

Keputusan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Sebab, dalam kondisi perjalanan berdasarkan pandangan langsung atau driving on sight, masinis diwajibkan menyesuaikan kecepatan agar dapat menghentikan kereta sebelum mencapai hambatan. Kecepatan dalam prosedur tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kecepatan normal kereta cepat.

Pada pukul 08.41, masinis kereta Iryo yang membawa 147 penumpang menghubungi pusat kendali dan melaporkan bahwa keretanya masih berhenti karena kehilangan transmisi. Lima menit kemudian, sekitar pukul 08.48, masinis Iryo kembali berkomunikasi dan menyampaikan bahwa sistem LZB belum dapat dipulihkan sehingga keretanya tetap berada di jalur.

Di sinilah muncul pertanyaan terbesar dalam kronologi kecelakaan. Meskipun pusat kendali telah menerima informasi bahwa kereta Iryo masih berhenti, kereta Renfe yang sebelumnya mendapat izin melanjutkan perjalanan tidak disebut mendapatkan perintah untuk berhenti atau memperlambat perjalanan.

Jarak kedua kereta saat itu sekitar 25 kilometer. Dengan kondisi tersebut, masih tersedia waktu bagi pusat kendali untuk mengambil tindakan apabila posisi kedua kereta diketahui dan prosedur keselamatan dijalankan dengan benar. Namun, sekitar 17 menit setelah izin perjalanan diberikan, kereta Renfe akhirnya menabrak bagian belakang kereta Iryo pada pukul 08.53.

Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente sebelumnya menyebut keputusan pusat kendali untuk mengizinkan perjalanan tersebut sebagai keputusan yang keliru dan sulit dijelaskan. Namun, pernyataan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai pihak yang bertanggung jawab karena penyelidikan teknis dan hukum masih berlangsung.

Penyelidik kini harus menentukan apakah kecelakaan terjadi akibat kesalahan manusia, kegagalan sistem, persoalan prosedur, atau kombinasi sejumlah faktor. Mereka juga perlu memeriksa informasi apa saja yang tersedia bagi petugas pusat kendali pada saat keputusan perjalanan dibuat.

Data dari kotak hitam kedua kereta, rekaman komunikasi, catatan pergerakan kereta, serta sistem pengendalian lalu lintas menjadi bukti penting untuk menyusun kembali kejadian secara rinci. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah prosedur yang berlaku telah dijalankan dan pada titik mana sistem keselamatan gagal mencegah tabrakan.

Pengadilan di Orgaz, Toledo, telah mengambil alih penyelidikan yudisial. Sejumlah bukti di lokasi kecelakaan diperintahkan untuk dipertahankan, termasuk rangkaian kereta dan perangkat perekam data. Petugas juga diminta mengumpulkan informasi dari pusat kendali Adif di Madrid.

Tragedi tersebut sekaligus kembali menyoroti kondisi jalur Madrid-Sevilla yang telah beroperasi sejak 1992. Jalur tersebut masih menggunakan sistem LZB, sementara teknologi European Rail Traffic Management System atau ERTMS yang lebih modern terus dikembangkan untuk meningkatkan standar keselamatan jaringan kereta Eropa.

Kecelakaan di Toledo juga menjadi kecelakaan kereta cepat besar kedua di Spanyol pada 2026. Pada Januari lalu, kecelakaan di dekat Adamuz, Córdoba, menewaskan 46 orang. Rentetan insiden tersebut meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan infrastruktur, sistem keselamatan, serta tata kelola jaringan kereta cepat Spanyol.

Meski berbagai dugaan telah muncul, penyebab pasti tabrakan belum dapat ditetapkan hanya berdasarkan kronologi 17 menit tersebut. Penyelidikan teknis dan proses hukum masih diperlukan untuk menentukan rangkaian kegagalan yang sebenarnya hingga dua kereta dapat berada pada jalur yang sama dan berakhir dalam tabrakan maut.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !