WONOSOBO — Truk Toyota Dyna bernomor polisi K 9713 FP yang membawa sekitar 3 ton cairan asam sulfat mengalami kecelakaan tunggal di turunan Jalan Raya Parakan-Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026) pagi. Kecelakaan diduga terjadi karena sistem pengereman truk tidak berfungsi saat melintasi jalan menurun.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.15 WIB di jalur penyelamat Prumbanan, Kertek. Truk yang membawa cairan asam sulfat dalam jeriken itu melaju dari arah Parakan menuju Kertek sebelum mengalami gangguan pengereman.
Kasubsi Penmas Si Humas Polres Wonosobo Aiptu Nanang Wibowo mengatakan truk dikemudikan oleh BR (40), warga Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang. Saat kejadian, kendaraan tersebut membawa muatan cairan asam sulfat dengan berat kurang lebih 3 ton.
Menurut keterangan polisi, truk awalnya melaju seperti biasa dari arah Parakan menuju Kertek. Namun ketika memasuki ruas jalan yang menurun dan lurus, sistem pengereman kendaraan diduga tidak berfungsi sehingga laju truk menjadi tidak terkendali.
Dalam kondisi tersebut, pengemudi kemudian mengambil tindakan untuk mengarahkan kendaraannya ke jalur penyelamat. Upaya tersebut dilakukan untuk menghentikan laju truk sebelum kendaraan melaju lebih jauh di ruas jalan yang memiliki kontur menurun.
Truk akhirnya berhasil berhenti di jalur penyelamat. Meski demikian, kecelakaan tersebut menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan. Muatan cairan asam sulfat yang berada di dalam jeriken juga dilaporkan tumpah di area jalur penyelamat.
Akibat kejadian itu, BR mengalami luka. Pengemudi kemudian mendapatkan perawatan medis di PKU Muhammadiyah Kabupaten Wonosobo. Polisi belum menyebutkan secara rinci jenis luka yang dialami pengemudi.
Petugas kepolisian kemudian melakukan penanganan terhadap kecelakaan tersebut. Kondisi kendaraan dan lokasi kejadian diperiksa untuk memastikan kronologi serta faktor yang menyebabkan truk mengalami kecelakaan.
Jalur Parakan-Kertek sendiri merupakan ruas jalan yang memiliki sejumlah turunan panjang dan selama ini mendapat perhatian aparat karena karakteristik medannya. Kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut perlu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan laik jalan.
Dalam kecelakaan kali ini, polisi menyebut penyebab sementara adalah dugaan gangguan pada sistem pengereman. Penyebab pasti tetap menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kondisi kendaraan setelah kecelakaan.
Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian karena truk membawa asam sulfat dalam jumlah sekitar 3 ton. Penanganan terhadap muatan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik bahan yang dibawa agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Polisi mengimbau pengemudi kendaraan, terutama kendaraan berat yang membawa muatan dalam jumlah besar, untuk melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum melintas di jalur dengan medan menurun. Pemeriksaan sistem pengereman menjadi salah satu hal penting untuk mengantisipasi kecelakaan akibat kendaraan kehilangan kendali.
Hingga penanganan dilakukan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan, sedangkan kendaraan mengalami kerusakan dan masih menjadi bagian dari penanganan petugas.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !