Dua Tahun Prabowo-Gibran, MagangHub dan Sekolah Garuda Jadi Upaya Membangun SDM Unggul

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MagangHub dan Sekolah Garuda Jadi Upaya Membangun SDM Unggul

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian dari agenda pemerintah melalui berbagai program di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan. Dua di antaranya adalah Program Magang Nasional atau MagangHub serta pengembangan SMA Unggul Garuda.

MagangHub dirancang untuk membantu lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki pasar kerja secara penuh. Program yang diluncurkan pada 2025 tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

Pada 2026, pemerintah meningkatkan target peserta Magang Nasional menjadi 150.000 orang, dibandingkan target 100.000 peserta pada tahun sebelumnya. Program tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan baru untuk menjalani pengalaman kerja hingga enam bulan di perusahaan, BUMN, maupun instansi pemerintah sesuai skema yang tersedia.

Peserta juga mendapatkan uang saku yang mengacu pada upah minimum wilayah penempatan. Selain itu, program tersebut dilengkapi perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta pendampingan dari mentor selama masa pemagangan. Sejumlah peserta juga memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Memasuki akhir Oktober 2026, Kementerian Ketenagakerjaan kembali menjalankan tahapan MagangHub Batch 3 Angkatan II. Pendaftaran mitra penyelenggara berlangsung hingga 29 Oktober 2026, sementara proses verifikasi dijadwalkan selesai pada 30 Oktober. Lowongan pemagangan kemudian dijadwalkan mulai ditayangkan pada tanggal yang sama.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah tidak hanya mengandalkan jumlah peserta sebagai ukuran keberhasilan program. Kualitas pengalaman kerja, kesesuaian posisi dengan kompetensi peserta, kesiapan mentor, serta keterhubungan antara program pemagangan dan kebutuhan industri menjadi aspek yang turut menentukan manfaat MagangHub bagi lulusan baru.

Di sisi pendidikan, pemerintah juga mengembangkan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas talenta nasional. Program tersebut diarahkan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada siswa dari berbagai daerah sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, termasuk di tingkat internasional.

SMA Unggul Garuda dikembangkan melalui dua jalur, yakni SMA Unggul Garuda Transformasi dan SMA Unggul Garuda Baru. Sepanjang 2026, sebanyak 47 instansi pendidikan disebut telah bergabung dalam skema sekolah transformasi, sementara empat sekolah baru telah selesai dibangun dan beroperasi. Dengan demikian, terdapat 51 pusat pendidikan yang tersebar di 20 provinsi dan 39 kabupaten atau kota.

Empat sekolah baru tersebut dibangun di Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara. Penyebaran lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas di luar pusat-pusat pendidikan yang selama ini lebih terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Pemerintah menargetkan jumlah SMA Unggul Garuda terus bertambah hingga mencapai 100 sekolah pada 2029. Pengembangan tersebut ditempatkan sebagai salah satu bagian dari investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan persiapan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Program peningkatan kualitas SDM juga berjalan bersamaan dengan pembenahan sektor pendidikan secara lebih luas. Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah melaporkan sejumlah program seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan dukungan bagi tenaga pendidik. Pada 2025, sebanyak 16.167 sekolah disebut telah direvitalisasi dengan anggaran Rp16,9 triliun, sementara target revitalisasi pada 2026 diperluas menjadi 71.744 satuan pendidikan.

Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan pendekatan pemerintah yang menghubungkan pendidikan dengan kesiapan memasuki dunia kerja. Pendidikan diarahkan untuk memperkuat fondasi pengetahuan dan kemampuan siswa, sedangkan program pemagangan memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman praktis dan memahami kebutuhan dunia kerja.

Meski demikian, pelaksanaan program tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan. Sejumlah pelaku dunia usaha sebelumnya menyoroti pentingnya pencocokan kompetensi peserta dengan kebutuhan industri, kualitas mentor, standardisasi peserta, serta efektivitas administrasi digital dalam program pemagangan. Keberhasilan MagangHub pada akhirnya tidak hanya bergantung pada jumlah peserta, tetapi juga pada kualitas pembelajaran dan peluang peserta melanjutkan karier setelah menyelesaikan program.

Dengan memasuki tahun ketiga pemerintahan, keberlanjutan program pendidikan dan ketenagakerjaan tersebut akan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun talenta nasional. MagangHub dan Sekolah Garuda menjadi dua contoh kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat kualitas SDM dari sisi kesiapan pendidikan hingga pengalaman memasuki dunia kerja.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !