Kekeringan Enam Bulan Melanda Cilacap, Warga Rela Antre Demi Mendapatkan Air Bersih

Kekeringan Enam Bulan Melanda Cilacap, Warga Rela Antre Demi Mendapatkan Air Bersih

Kekeringan yang berlangsung selama sekitar enam bulan membuat sejumlah warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dirasakan warga Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, yang sumur-sumur di rumah mereka telah mengering akibat kemarau panjang.

Di tengah kondisi tersebut, warga menyambut antusias bantuan air bersih yang didistribusikan secara gratis. Sebanyak 100 tangki air bersih disalurkan ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap sebagai bagian dari rangkaian Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Bantuan tersebut berasal dari Menteri Imipas Agus Andrianto. :chatgpt-content-reference{index=”0″}

Setibanya tangki air di Desa Karangkemiri pada Rabu (28/10/2026), warga langsung mendatangi lokasi pembagian dengan membawa berbagai wadah. Jeriken, drum, ember hingga galon disiapkan untuk menampung air yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Salah seorang warga, Suryani, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya. Selama kekeringan, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp 25.000 setiap hari untuk membeli air bersih. Kebutuhan tersebut setara dengan lima jeriken air dengan harga Rp 5.000 per jeriken.

Pengeluaran untuk membeli air menjadi beban tambahan bagi keluarga Suryani. Di tengah kebutuhan rumah tangga lainnya, biaya air bersih harus tetap disediakan karena persediaan dari sumur di rumah sudah tidak dapat diandalkan akibat kekeringan yang berlangsung berbulan-bulan. :chatgpt-content-reference{index=”1″}

Suryani kemudian membawa sekitar 10 jeriken ketika bantuan air bersih tiba di desanya. Menurut perkiraannya, jumlah tersebut dapat mencukupi kebutuhan keluarganya selama kurang lebih tiga hari. Air yang diperoleh akan digunakan untuk berbagai keperluan dasar, mulai dari memasak, mandi hingga mencuci.

Selain membeli air, warga selama ini berusaha mendapatkan sumber air alternatif dari embung maupun Kali Pejaten. Namun, lokasi sumber air tersebut cukup jauh dari permukiman. Warga harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer atau lebih untuk memperoleh air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi serupa dialami warga lainnya, Sutilah. Ia mengatakan selama kekeringan dirinya harus mencari air ke embung atau Kali Pejaten. Karena itu, ketika mengetahui adanya distribusi air bersih, ia segera menyiapkan wadah dan datang untuk mengantre di lokasi pembagian.

Bagi warga, bantuan air bersih menjadi kebutuhan penting selama musim kemarau masih berlangsung. Ketersediaan air tidak hanya diperlukan untuk kebutuhan minum, tetapi juga untuk aktivitas rumah tangga seperti memasak, mencuci dan mandi. Kekeringan yang berkepanjangan membuat warga harus mencari berbagai cara agar kebutuhan dasar tersebut tetap terpenuhi.

Program distribusi air bersih tersebut mencakup sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap. Dari total 100 tangki yang disiapkan, bantuan akan didistribusikan ke 31 desa yang berada di 17 kecamatan terdampak. Desa Karangkemiri sendiri mendapatkan alokasi sebanyak 20 tangki yang disalurkan secara bertahap.

Koordinator Wilayah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan dan Cilacap sekaligus Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Irfan, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian dalam rangka Hari Bakti Kementerian Imipas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan air akibat kekeringan.

Di tengah belum berakhirnya musim kemarau, warga berharap distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan. Suryani berharap bantuan serupa tetap tersedia sebelum hujan turun dan sumber-sumber air kembali terisi. Bagi masyarakat yang sumurnya mengering, pasokan air dari luar menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kebutuhan dasar selama kekeringan berlangsung.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !