SEFAS Group resmi mengambil langkah strategis untuk mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia. Kesepakatan tersebut menjadi babak baru bagi bisnis ritel energi Shell di Tanah Air dan sekaligus memperkuat posisi perusahaan lokal dalam industri energi nasional.
Proses akuisisi tersebut masih harus melalui sejumlah tahapan, termasuk memenuhi persetujuan regulator serta persyaratan umum lainnya. Penyelesaian transaksi ditargetkan berlangsung pada tahun ini. Selama proses tersebut berjalan, kegiatan operasional SPBU Shell di Indonesia akan tetap menjadi perhatian utama agar layanan kepada pelanggan dapat berlangsung secara aman dan andal.
CEO SEFAS Group, Ricky Roesli, mengatakan bahwa keputusan mengambil alih bisnis ritel Shell merupakan langkah lanjutan dari hubungan bisnis yang telah dibangun perusahaan dengan Shell selama bertahun-tahun. SEFAS sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu distributor pelumas Shell di Indonesia, sehingga perusahaan memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap pasar domestik.
Menurut Ricky, kepemilikan lokal menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan bisnis ritel energi tersebut ke depan. SEFAS memiliki ambisi untuk membangun bisnis ritel energi yang dipercaya masyarakat serta dapat berkembang secara berkelanjutan. Perusahaan juga ingin mengambil peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang.
Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, menyebut SEFAS sebagai mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia. Pengalaman perusahaan tersebut dalam memahami karakteristik pasar lokal dan kebutuhan pelanggan dinilai dapat menjadi modal penting dalam melanjutkan perkembangan bisnis ritel energi setelah proses transaksi selesai.
SEFAS juga akan memprioritaskan kelancaran masa transisi. Operasional SPBU menjadi salah satu aspek yang harus dijaga agar tetap berjalan dengan baik selama proses pengalihan kepemilikan berlangsung. Faktor keselamatan, keandalan layanan, serta kebutuhan pelanggan menjadi bagian penting yang akan diperhatikan dalam tahapan tersebut.
Dari sisi perjalanan bisnis, SEFAS Group bermula dari PT Sefas Pelindotama yang didirikan pada 1997 oleh Herman Soegeng dan Ricky Roesli. Perusahaan tersebut kemudian berkembang sebagai distributor resmi pelumas Shell Indonesia, terutama dengan fokus pada sektor pertambangan dan industri terkait.
Perjalanan bisnis SEFAS dimulai dari Balikpapan dan kemudian berkembang ke sejumlah wilayah yang menjadi pusat aktivitas industri dan pertambangan di Kalimantan. Perusahaan juga memiliki jaringan kantor serta gudang di beberapa daerah, termasuk Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Berau, dan Tarakan, serta fasilitas pendukung di Surabaya dan kantor pusat di Jakarta.
Dengan pengalaman panjang di sektor industri, pertambangan, konstruksi, serta distribusi pelumas, akuisisi bisnis SPBU Shell menjadi langkah ekspansi besar bagi SEFAS Group. Masuknya perusahaan ke bisnis ritel bahan bakar diperkirakan akan membawa dinamika baru bagi persaingan industri energi di Indonesia.
Bagi Shell Indonesia, pengalihan kepemilikan tersebut menjadi bagian dari perkembangan strategi bisnis perusahaan di pasar nasional. Sementara bagi SEFAS, pengambilalihan 100 persen bisnis SPBU Shell membuka peluang untuk memperluas portofolio usaha sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam sektor ritel energi.
Dengan transaksi yang masih menunggu penyelesaian sejumlah persyaratan, perkembangan bisnis SPBU Shell di Indonesia selanjutnya akan menjadi perhatian para pelaku industri maupun konsumen. SEFAS Group memastikan proses transisi akan dilakukan dengan mempertahankan standar operasional dan layanan agar kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar tetap dapat terpenuhi dengan baik.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !