Kisah memilukan menimpa dua kakak beradik di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kedua anak tersebut menjadi korban kekerasan setelah dititipkan kepada seorang perempuan yang mereka panggil “mamak tua”. Peristiwa itu terungkap ketika sang kakak ditemukan warga dalam kondisi terluka dan ketakutan di sekitar Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang.
Kakak yang berusia tujuh tahun diketahui mengalami sejumlah luka setelah diduga mendapatkan perlakuan kasar secara berulang. Adiknya yang masih berusia enam tahun juga disebut mengalami kekerasan. Kondisi kedua anak tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat setelah keadaan mereka diketahui oleh warga dan informasi mengenai kejadian tersebut menyebar.
Kedua bersaudara itu sebelumnya dititipkan kepada seorang perempuan berinisial ES. Sang ibu diketahui harus bekerja di Balige, sementara ayah kedua anak tersebut sedang menjalani hukuman dalam perkara narkotika. Dalam kondisi tersebut, pengasuhan kedua anak dipercayakan kepada ES yang tinggal di wilayah Sidikalang.
Persoalan kemudian muncul terkait biaya pengasuhan. Berdasarkan keterangan kepolisian, terdapat kesepakatan mengenai pembayaran jasa pengasuhan. Namun, persoalan pembayaran tersebut diduga membuat pelaku emosi dan kemudian melampiaskan kemarahannya kepada kedua anak yang berada dalam pengasuhannya.
Polisi menyebut kedua korban mengalami kekerasan secara berulang. Akibat kejadian tersebut, kondisi fisik mereka mengalami sejumlah cedera dan membutuhkan penanganan medis. Peristiwa ini mendapat perhatian serius karena korban merupakan anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan, pengasuhan, serta rasa aman dari orang dewasa di sekitarnya.
Setelah kasus tersebut diketahui, aparat kepolisian bergerak melakukan penyelidikan dan mengamankan ES. Penangkapan dilakukan setelah informasi mengenai kondisi salah satu korban diketahui masyarakat. Polisi kemudian membawa terduga pelaku untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, kedua korban telah mendapatkan perawatan di RSU Haji Medan. Kondisi mereka dilaporkan mulai membaik, meskipun cedera yang dialami membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut. Selain pemulihan fisik, perhatian terhadap kondisi psikologis kedua anak juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan mereka.
Pemerintah Kabupaten Dairi turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala telah menjenguk kedua korban dan menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap proses pemulihan mereka. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada aspek kesehatan mental anak setelah mengalami peristiwa yang berat.
Untuk langkah pengasuhan selanjutnya, pemerintah daerah masih mempertimbangkan kondisi keluarga dan kepentingan terbaik bagi kedua anak. Pemerintah menyatakan bahwa keputusan mengenai pengasuhan tidak akan dilakukan secara sepihak karena kedua korban masih memiliki orang tua. Pembahasan bersama keluarga akan menjadi bagian dari proses menentukan tempat dan pihak yang paling tepat untuk memberikan perlindungan kepada mereka.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan perhatian dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Anak yang berada dalam kondisi rentan harus mendapatkan lingkungan yang aman serta pengawasan yang memadai, terutama ketika mereka harus diasuh oleh pihak lain karena orang tua memiliki keterbatasan untuk mendampingi secara langsung.
Proses hukum terhadap terduga pelaku diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Di saat yang sama, pemulihan kedua korban menjadi prioritas agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan memperoleh pendampingan yang dibutuhkan setelah peristiwa tersebut.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !