Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengusulkan penambahan lima rute baru layanan Transjabodetabek sebagai upaya meningkatkan konektivitas transportasi umum antara Depok dan Jakarta. Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebelum nantinya diputuskan untuk direalisasikan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, menjelaskan bahwa usulan tersebut telah diajukan sejak beberapa bulan lalu sebagai respons terhadap tingginya mobilitas warga Depok yang setiap hari melakukan perjalanan menuju Jakarta untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya. Menurutnya, keberadaan rute baru diharapkan mampu memberikan pilihan transportasi yang lebih nyaman sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Dari lima rute yang diusulkan, empat di antaranya merupakan trayek baru, yakni Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, serta Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan. Sementara satu usulan lainnya berupa penyesuaian atau rerouting trayek D21 yang sebelumnya melayani rute Terminal Jatijajar–Manggarai menjadi Universitas Indonesia–Manggarai.
Menurut Dishub Depok, pengembangan jaringan Transjabodetabek menjadi kebutuhan mendesak mengingat pertumbuhan jumlah penduduk dan tingginya aktivitas komuter dari wilayah penyangga menuju Jakarta. Dengan bertambahnya pilihan trayek, masyarakat diharapkan memiliki akses transportasi umum yang lebih mudah, waktu perjalanan yang lebih efisien, serta biaya transportasi yang lebih terjangkau.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna angkutan umum, penambahan rute tersebut juga diharapkan mampu membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang selama ini menjadi jalur pergerakan masyarakat dari Depok menuju Jakarta. Pemerintah menilai semakin banyak warga yang beralih menggunakan transportasi publik, semakin besar pula peluang untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan Jabodetabek.
Apabila usulan tersebut memperoleh persetujuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Depok akan menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk pembangunan dan penambahan halte di sejumlah lokasi strategis. Persiapan tersebut dilakukan agar operasional layanan dapat berjalan optimal sejak hari pertama peluncuran dan mampu memberikan pelayanan yang aman serta nyaman bagi masyarakat.
Pengembangan jaringan Transjabodetabek juga merupakan bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi massal di wilayah Jabodetabek. Kehadiran rute-rute baru diharapkan dapat terhubung dengan moda transportasi lain seperti KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, maupun layanan Transjakarta sehingga memudahkan masyarakat berpindah moda dalam satu perjalanan.
Pemerintah berharap pembahasan mengenai usulan lima rute baru tersebut dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat Depok memiliki akses transportasi publik yang semakin luas, efisien, dan terintegrasi. Langkah ini juga diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum di kawasan metropolitan Jabodetabek.
Jurnalis : Lili
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !