Kebakaran Lahan di Dekat Bandara H Asan Meluas, Diduga Dipicu Unsur Kesengajaan

Kebakaran Lahan di Dekat Bandara H Asan Meluas, Diduga Dipicu Unsur Kesengajaan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan dekat Bandara H Asan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus meluas dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain mengancam lingkungan sekitar, kebakaran tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan apabila kepulan asap semakin pekat dan mengurangi jarak pandang di sekitar landasan pacu. Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh unsur kesengajaan untuk membuka lahan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menjelaskan bahwa titik api pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7) dengan luas sekitar dua hektare. Petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, kondisi lahan gambut yang mudah terbakar serta keterbatasan personel membuat api belum sepenuhnya dapat dikendalikan sehingga kobaran api terus meluas ke area sekitarnya.

Menurut hasil pemantauan di lapangan, lokasi kebakaran tidak berada di kawasan pertambangan maupun area yang memiliki potensi kebakaran alami. Karena itu, BPBD menduga kuat kebakaran terjadi akibat adanya aktivitas pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Dugaan tersebut masih terus didalami sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Petugas BPBD bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan peralatan pemadam serta memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi. Kendala utama yang dihadapi adalah kondisi lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah sehingga api berpotensi kembali muncul meskipun kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan. Situasi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran di lahan biasa.

Selain fokus memadamkan api, petugas juga berupaya mencegah kebakaran merambat ke area yang lebih luas, terutama kawasan yang berdekatan dengan fasilitas Bandara H Asan. Apabila asap semakin tebal, dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat karena menurunnya jarak pandang. Oleh sebab itu, koordinasi terus dilakukan antara BPBD, pihak bandara, TNI, Polri, serta relawan untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih besar, terutama saat musim kemarau. Selain membahayakan lingkungan, kebakaran lahan juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan asap serta dapat mengganggu aktivitas transportasi dan perekonomian daerah.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan serta penegakan hukum bagi pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja. Pemerintah berharap kerja sama seluruh elemen masyarakat dapat membantu mencegah terulangnya kebakaran serupa sehingga risiko bencana karhutla di Kalimantan Tengah dapat diminimalkan.

Hingga kini, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Aparat juga terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan api tidak kembali membesar serta melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.

Jurnalis : Lintang

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !