Duka menyelimuti dunia olahraga Kota Probolinggo, Jawa Timur, setelah Sefriel Ardiansyah, seorang atlet panjat tebing berusia 19 tahun, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan sesama atlet, serta para pelatih yang selama ini mendampinginya dalam perjalanan meraih prestasi.
Sefriel dikenal sebagai atlet muda yang memiliki potensi besar di cabang olahraga panjat tebing. Ia merupakan bagian dari pembinaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo dan pernah mewakili daerahnya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Prestasi yang diraihnya menjadi bukti kerja keras serta kesungguhannya dalam menekuni olahraga yang membutuhkan kekuatan, ketahanan, konsentrasi, dan kedisiplinan tersebut.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026, ketika kebakaran melanda sejumlah titik di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Area yang terdampak antara lain kawasan Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, di sekitar wilayah Mentigen.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, enam orang dilaporkan terjebak di tengah situasi yang berbahaya. Mereka terdiri atas sejumlah petugas dan pekerja yang berada di kawasan tersebut ketika upaya penanganan api berlangsung. Sefriel termasuk di antara korban dalam insiden yang kemudian menimbulkan duka bagi masyarakat setempat.
Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, Sefriel diketahui bekerja di Hotel Artotel Bromo pada bagian pemeliharaan teknik atau maintenance engineering. Ia berada di sekitar kawasan tempatnya bekerja ketika kebakaran terjadi. Namun, kronologi lengkap mengenai bagaimana ia berada di lokasi penanganan api masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang dan pihak terkait.
Kabar mengenai kemungkinan Sefriel menjadi korban pertama kali diterima oleh pelatihnya, Iwan Rosidi, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, informasi yang beredar belum disertai daftar resmi nama korban. Iwan kemudian berusaha menghubungi Sefriel melalui telepon, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
Upaya memastikan kabar tersebut terus dilakukan dengan menghubungi rekan-rekan Sefriel, keluarga, serta pihak yang berada di lokasi kejadian. Informasi dari tim penyelamat di kawasan Cemoro Lawang kemudian menyebutkan nama Sefriel dalam daftar korban. Keluarga pun berupaya mendapatkan kepastian mengenai kondisi dirinya.
Di lingkungan FPTI Kota Probolinggo, Sefriel bukan sekadar atlet yang mengikuti kompetisi. Ia dikenal memiliki kemampuan olahraga yang menjanjikan dan sempat menyumbangkan prestasi bagi daerahnya dalam ajang Porprov Jawa Timur.
Menurut keterangan pelatihnya yang diberitakan media, Sefriel pernah memperkuat Kota Probolinggo dalam Porprov 2023 dan 2025. Ia juga disebut berhasil meraih dua medali untuk daerahnya. Catatan tersebut menjadikannya salah satu atlet yang diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi olahraga panjat tebing di masa mendatang.
Bahkan, sebelum tragedi kebakaran terjadi, Sefriel telah membicarakan kemungkinan kembali bertanding pada Porprov Jawa Timur 2027. Ia masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menambah prestasi bersama tim panjat tebing Kota Probolinggo.
Rencana tersebut kini menjadi kenangan bagi rekan-rekan dan pelatih yang mengenalnya. Kepergian Sefriel tidak hanya dirasakan sebagai kehilangan seorang atlet, tetapi juga hilangnya kesempatan bagi seorang anak muda untuk melanjutkan perjalanan dan mewujudkan cita-citanya di bidang olahraga.
Selain dikenal karena prestasinya, Sefriel juga dikenang sebagai pribadi yang santun, suka membantu, dan memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya. Menurut Iwan Rosidi, Sefriel kerap menyempatkan diri datang ke GOR Ahmad Yani saat libur kerja untuk bertemu dengan rekan-rekannya serta membantu pembinaan atlet yang lebih muda.
Kebiasaan tersebut menunjukkan kedekatannya dengan lingkungan olahraga yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Bagi para atlet junior, kehadiran Sefriel tidak hanya memberikan semangat melalui prestasi, tetapi juga melalui keterlibatannya dalam kegiatan latihan dan interaksi sehari-hari.
Sikap peduli dan kesediaannya membantu sesama menjadi kenangan tersendiri bagi keluarga besar FPTI Kota Probolinggo. Pelatih dan rekan-rekannya merasa kehilangan sosok yang selama ini turut membangun kebersamaan dalam proses pembinaan atlet.
Di tengah suasana duka, keluarga Sefriel juga berharap memperoleh penjelasan yang jelas mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan dirinya menjadi korban kebakaran. Pihak keluarga mempertanyakan bagaimana Sefriel, yang diketahui bekerja pada bagian pemeliharaan teknik hotel, dapat berada dalam situasi berbahaya ketika upaya penanganan kebakaran berlangsung.
Penjelasan mengenai kronologi kejadian menjadi penting agar keluarga memperoleh informasi yang utuh mengenai peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarganya. Penyelidikan oleh pihak berwenang juga diperlukan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta rangkaian kejadian yang membuat sejumlah orang terjebak.
Dalam peristiwa tersebut, jumlah korban meninggal dunia kemudian bertambah menjadi empat orang. Selain Sefriel Ardiansyah, korban lainnya adalah petugas TNBTS Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony Wagiyanata. Beberapa korban lainnya dilaporkan mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.
Kabar meninggalnya Sefriel menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dapat dihadapi dalam situasi darurat, termasuk ketika kebakaran hutan dan lahan meluas dengan cepat. Penanganan kejadian semacam ini membutuhkan koordinasi yang baik, penilaian kondisi lapangan, serta langkah keselamatan yang memadai bagi seluruh petugas dan orang yang berada di sekitar lokasi.
Di sisi lain, kepergian Sefriel meninggalkan cerita mengenai seorang atlet muda yang terus berusaha mengembangkan kemampuan, membangun prestasi, dan membantu lingkungan sekitarnya. Perjalanan yang telah ditempuhnya menjadi bagian dari kenangan keluarga besar panjat tebing Kota Probolinggo.
Bagi rekan-rekan dan pelatihnya, prestasi serta kebaikan Sefriel akan tetap dikenang. Doa dan ungkapan belasungkawa pun disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Tragedi kebakaran di kawasan Bromo kini tidak hanya menyisakan persoalan mengenai penanganan karhutla, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga para korban. Sementara proses pendalaman peristiwa terus menjadi perhatian, masyarakat berharap kejadian serupa dapat dicegah melalui penguatan langkah keselamatan, kesiapsiagaan, dan koordinasi dalam menghadapi kebakaran di kawasan konservasi.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !