Kasus Penjambretan di Bali Kian Disorot, Sejumlah Turis Asing Jadi Korban

Kasus Penjambretan di Bali Kian Disorot, Sejumlah Turis Asing Jadi Korban

Kasus penjambretan yang menyasar wisatawan asing kembali menjadi perhatian di Bali. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah turis dari berbagai negara dilaporkan mengalami aksi perampasan barang berharga di sejumlah kawasan wisata. Korban di antaranya berasal dari Swedia, Italia, dan Polandia.

Rangkaian kejadian tersebut terjadi di beberapa wilayah, mulai dari Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Denpasar, hingga Kerobokan Kelod di Kabupaten Badung. Modus yang digunakan pelaku umumnya dengan mendekati korban menggunakan sepeda motor, kemudian menarik barang berharga sebelum melarikan diri.

Salah satu kasus terbaru menimpa wisatawan asal Swedia bernama Karl Tjatuparn Alexander Rosen Kulchamorin. Kalung emas yang dikenakannya dijambret seorang pria berinisial KS alias DM di Jalan Jatayu, Banjar Tebasaya, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Peristiwa itu terjadi pada 29 September 2026 sekitar pukul 17.50 Wita. Saat kejadian, Alexander sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya. Pelaku yang datang dari arah belakang kemudian menarik kalung korban dan langsung melarikan diri.

Alexander sempat berusaha mengejar pelaku, tetapi upaya tersebut tidak berhasil. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 16,9 juta. Ia baru melaporkan peristiwa tersebut lima hari kemudian, sehingga polisi melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan rekaman CCTV dan keterangan saksi di sekitar lokasi.

Polisi kemudian mengamankan KS saat melakukan patroli di Jalan Monkey Forest, Ubud, pada 3 Oktober 2026 sekitar pukul 20.00 Wita. Petugas menemukan seorang pria dengan ciri-ciri yang sesuai dengan terduga pelaku. Saat diperiksa, KS mengakui telah menjambret kalung emas milik wisatawan Swedia tersebut. Ia dijerat dengan Pasal 479 ayat 1 KUHP.

Kasus lain terjadi di Jalan Kesari II, Sanur, Denpasar. Seorang wisatawan perempuan asal Italia bernama Morena menjadi korban percobaan penjambretan ketika sedang bersepeda. Pelaku yang mengendarai sepeda motor matik berwarna putih mendekati korban dan berusaha mengambil tas yang diletakkan di keranjang depan sepeda.

Morena berusaha mempertahankan tasnya hingga terjatuh dari sepeda. Pelaku akhirnya gagal membawa barang tersebut dan melarikan diri. Meski tasnya selamat, korban mengalami luka pada bagian kepala, hidung, dan lengan. Polisi menyatakan masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang identitasnya belum diketahui.

Penjambretan juga menimpa wisatawan asal Polandia di kawasan Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Korban berinisial MK kehilangan kalung emas dengan berat sekitar 38 gram ketika berjalan bersama teman perempuannya menuju minimarket.

Aksi tersebut terekam kamera CCTV. Dalam rekaman, seorang pengendara sepeda motor matik mendekati korban dari arah depan, kemudian secara tiba-tiba menarik kalung yang dikenakannya. Setelah berhasil mengambil perhiasan itu, pelaku langsung melarikan diri.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 1 November 2026 sekitar pukul 02.35 Wita. Korban segera melaporkan kejadian ke kantor polisi sekitar satu jam setelah penjambretan. Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana menyampaikan bahwa petugas sedang mengidentifikasi pelaku dan menelusuri jalur pelariannya melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Selain tiga kejadian tersebut, laporan penjambretan terhadap wisatawan asing di Bali juga mencakup korban asal Malaysia di Kerobokan, wisatawan Azerbaijan yang kehilangan kalung emas senilai Rp 38 juta, serta turis Singapura di Canggu. Berbagai peristiwa itu menunjukkan bahwa kasus perampasan barang berharga tidak hanya terjadi di satu kawasan wisata.

Modus penjambretan dengan menggunakan sepeda motor membuat wisatawan perlu lebih berhati-hati ketika berada di ruang publik. Barang seperti ponsel, tas, dan perhiasan yang mudah terlihat atau dijangkau dapat menjadi sasaran pelaku. Wisatawan disarankan menyimpan barang berharga di tempat yang aman dan menghindari penggunaan perhiasan mencolok saat berjalan di tepi jalan.

Rangkaian kasus tersebut menjadi perhatian bagi aparat keamanan dan pelaku industri pariwisata di Bali. Keamanan wisatawan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kenyamanan berlibur serta kepercayaan pengunjung terhadap destinasi wisata Pulau Dewata.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !