JAKARTA – Inara Rusli kembali memberikan penjelasan mengenai komunikasinya dengan Wardatina Mawa di tengah polemik rumah tangga yang turut menyeret nama Insanul Fahmi. Dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin (19/10/2026) malam, Inara membacakan sejumlah percakapan pribadi yang menurutnya belum pernah diungkap kepada publik. Pesan tersebut membahas kemungkinan dirinya menerima poligami, kondisi rumah tangga Mawa, serta kekhawatiran terhadap kesehatan mental perempuan tersebut.
Inara menyampaikan bahwa percakapan itu perlu dijelaskan untuk meluruskan sejumlah kesalahpahaman yang berkembang selama konflik berlangsung. Ia menegaskan, pesan-pesan yang dikirimkannya kepada Mawa tidak bertujuan menyakiti perasaan ataupun merendahkan harga diri pihak lain. Menurut Inara, persoalan yang muncul perlu dilihat berdasarkan konteks komunikasi yang terjadi sebelum konflik tersebut menjadi perhatian masyarakat luas.
Dalam penjelasannya, Inara mengakui bahwa dirinya memiliki kekurangan dalam menyampaikan maksud melalui pesan tertulis. Ia menyadari pilihan kata dalam komunikasi digital dapat menimbulkan penafsiran berbeda, terlebih ketika hubungan antarpihak sedang berada dalam situasi sensitif. Karena itu, ia berharap penjelasan mengenai percakapan tersebut dapat membantu memberikan gambaran yang lebih utuh tentang komunikasi yang sebelumnya terjadi antara dirinya dan Mawa.
Salah satu bagian percakapan yang dibacakan Inara berkaitan dengan pertimbangannya untuk menerima poligami dengan Insanul Fahmi. Ia mengaku sempat memikirkan kemungkinan tersebut, tetapi masih membutuhkan keyakinan sebelum mengambil keputusan. Dalam pesan yang
Jurnalis : Wulandari
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !