Hujan Berintensitas Tinggi Picu Banjir Bandang di Solok, Puluhan Warga Mengungsi

Hujan Berintensitas Tinggi Picu Banjir Bandang di Solok, Puluhan Warga Mengungsi

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026. Bencana tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak beberapa hari sebelumnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi pemicu utama meningkatnya debit air hingga akhirnya menyebabkan banjir bandang. Kondisi tersebut membuat aliran air meluap dan menerjang sejumlah kawasan yang berada di sekitar aliran air.

Banjir bandang tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga berdampak pada sejumlah fasilitas pemerintahan. Material yang terbawa arus menyebabkan kerusakan di berbagai lokasi dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Solok, empat warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Tiga korban mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya harus dirujuk ke SPH Padang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Selain menyebabkan korban luka, banjir bandang juga memaksa sejumlah warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara. BPBD mencatat terdapat sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa yang mengungsi. Pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi sebagai tempat penampungan sementara bagi warga terdampak.

Dampak bencana juga terlihat pada sejumlah fasilitas dan kendaraan. Sebanyak 11 kantor pemerintah dilaporkan terdampak banjir. Selain itu, 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Petugas melakukan penyisiran, membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan, serta melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi dan dampak bencana secara lebih menyeluruh.

Pemerintah daerah bersama BPBD juga terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur terkait di lapangan.

Masyarakat yang berada di kawasan terdampak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama karena masih terdapat kemungkinan terjadinya banjir susulan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan apabila kondisi di sekitar tempat tinggal kembali memburuk.

Peristiwa banjir bandang di Solok menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Pemantauan kondisi cuaca, kesiapan jalur evakuasi, serta koordinasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana susulan.

Hingga Selasa pagi, petugas gabungan masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi terdampak. Informasi mengenai jumlah kerusakan maupun dampak bencana masih dapat berubah seiring proses pendataan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan tim di lapangan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !