Kebakaran melanda area dapur restoran Solaria di pusat perbelanjaan Blok M Square, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/11/2026) sore. Insiden tersebut diduga dipicu kebocoran gas saat karyawan mengganti tabung gas yang telah kosong. Akibat kejadian itu, empat orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru AKP Andre Simamora mengatakan, dugaan sementara kebakaran berasal dari kebocoran gas. Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Peristiwa kebakaran dilaporkan kepada Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan pada pukul 16.14 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Melawai 5 Nomor 15, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru. Objek yang terbakar merupakan bagian dapur restoran Solaria di dalam Blok M Square.
Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Sjukri Bahanan, menjelaskan bahwa api bermula ketika salah satu karyawan hendak mengganti tabung gas yang sudah kosong dengan tabung baru. Namun, proses penggantian dilakukan ketika api pada kompor masih menyala.
Dalam kondisi tersebut, api diduga menyambar tabung gas yang baru dipasang hingga memicu kebakaran. Kobaran api kemudian mengenai dua karyawan restoran. Situasi itu membuat petugas keamanan mal segera melakukan upaya pemadaman menggunakan hidran dan sistem sprinkler yang tersedia di gedung.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan satu unit mobil pompa bertekanan sedang dengan lima personel ke lokasi. Operasi pemadaman dimulai pukul 16.22 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 16.35 WIB. Dengan penanganan tersebut, api dapat dipadamkan dalam waktu relatif singkat.
Meski api berhasil dikendalikan, kejadian itu mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka. Polisi menyebut tiga korban mengalami luka bakar, sementara satu orang lainnya mengalami luka yang dinilai cukup serius. Salah satu korban dilaporkan mengalami luka bakar hingga bagian wajah dan punggung dengan perkiraan luas luka lebih dari 50 persen.
Keempat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Kebayoran Baru untuk mendapatkan penanganan medis. Saat keterangan disampaikan, baru satu korban yang telah sadar sehingga petugas dapat meminta informasi awal mengenai identitasnya.
Selain karyawan restoran, seorang teknisi gas juga mengalami luka bakar ringan. Teknisi tersebut sempat berupaya memindahkan tabung gas yang terbakar ke luar area dapur ketika proses penanganan berlangsung. Namun, upaya itu membuatnya ikut terkena dampak api.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran dengan memeriksa lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait. Dugaan kebocoran gas masih menjadi fokus penyelidikan, termasuk untuk memastikan bagian instalasi yang mungkin mengalami masalah.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan dalam penggunaan tabung gas di lingkungan usaha kuliner. Penggantian tabung harus dilakukan dengan memastikan seluruh sumber api telah dipadamkan dan kondisi instalasi aman. Pemeriksaan berkala terhadap selang, regulator, serta sambungan gas juga diperlukan untuk mengurangi risiko kebocoran.
Pengelola tempat usaha dan pekerja dapur perlu memastikan prosedur penanganan keadaan darurat dipahami seluruh karyawan. Ketersediaan alat pemadam, akses hidran, serta jalur evakuasi juga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kebakaran agar risiko terhadap pekerja maupun pengunjung dapat diminimalkan.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !