Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua hari, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api pada Jumat (6/11/2026) dini hari.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Zaidi, menyampaikan bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.46 WIB. Setelah proses pemadaman dinyatakan selesai, personel yang bertugas di lokasi mulai melakukan perjalanan kembali.
Kebakaran tersebut mulai terjadi pada Rabu (4/11/2026) dan berlangsung hingga Kamis. Lokasi kebakaran berada di kawasan RPTN Toto Projo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Way Bungur.
Area yang terbakar didominasi vegetasi berupa alang-alang dan semak belukar. Kondisi tumbuhan yang cukup rapat menjadi salah satu tantangan bagi petugas dalam menjangkau titik api dan melakukan pemadaman secara menyeluruh.
Zaidi menjelaskan, proses pemadaman melibatkan tim gabungan yang terdiri atas personel Balai TNWK, TNI, Polri, mitra terkait, serta masyarakat. Seluruh unsur tersebut bekerja bersama untuk mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Dalam operasi pemadaman, petugas mengerahkan berbagai peralatan untuk menjangkau dan menangani titik api. Peralatan yang digunakan meliputi 20 unit sepeda motor, empat unit mobil slip on, 10 unit jet shooter, serta dua unit mobil tangki.
Meski berbagai peralatan telah dikerahkan, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Salah satu kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah jarak sumber air menuju titik kebakaran yang mencapai sekitar lima kilometer.
Jarak tersebut membuat distribusi air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain itu, semak belukar yang rapat dan banyaknya anakan pohon muda menyulitkan kendaraan untuk mencapai lokasi kebakaran.
Akibat kondisi medan tersebut, petugas harus menyesuaikan pola penanganan dengan akses yang tersedia. Penggunaan peralatan pemadaman manual dan dukungan kendaraan operasional menjadi bagian dari upaya untuk mengendalikan kobaran api.
Karhutla di kawasan taman nasional menjadi perhatian karena wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar. Kebakaran dapat mengancam vegetasi dan mengganggu lingkungan hidup satwa yang bergantung pada kawasan hutan tersebut.
Keberhasilan pemadaman pada Jumat dini hari menjadi perkembangan penting dalam penanganan kebakaran kali ini. Namun, pemantauan kawasan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama di area yang memiliki vegetasi rapat.
Peristiwa ini juga memperlihatkan tantangan penanganan karhutla di kawasan dengan akses terbatas. Jarak sumber air yang jauh dan kondisi medan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam upaya pemadaman agar kebakaran tidak meluas.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !