Sejumlah rumah warga di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengalami kerusakan parah akibat ledakan tabung gas LPG 3 kilogram. Hingga Jumat (6/11/2026), kondisi di lokasi kejadian masih memperlihatkan dampak kerusakan bangunan yang cukup serius.
Ledakan tersebut terjadi di Jalan Guji Baru, RT 06 RW 02, Duri Kepa, pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 04.21 WIB. Insiden yang diduga dipicu kebocoran tabung gas itu mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat, reruntuhan bangunan masih terlihat berserakan di sekitar rumah yang mengalami kerusakan. Sejumlah bagian bangunan tampak hancur, sementara perabotan dan barang-barang milik warga berantakan akibat kuatnya ledakan.
Garis polisi juga masih terpasang di sekitar tempat kejadian perkara. Pembatas tersebut dipasang untuk menjaga lokasi tetap steril selama proses penyelidikan oleh pihak kepolisian berlangsung.
Kerusakan paling parah terlihat pada beberapa rumah. Bahkan, terdapat bagian pondasi bangunan yang tampak miring dan berisiko ambruk sehingga harus ditopang menggunakan kayu untuk sementara waktu.
Secara keseluruhan, sekitar 10 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, tiga rumah disebut mengalami kerusakan berat sehingga kondisi bangunannya membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Salah seorang warga terdampak bernama Winda menceritakan detik-detik ketika ledakan terjadi. Saat itu, ia sedang melaksanakan salat Subuh dan tiba-tiba mendengar suara ledakan yang membuatnya terkejut.
Winda mengaku langsung bergegas menyelamatkan diri begitu mengetahui adanya ledakan. Menurut pengalamannya, bangunan yang terdampak belum langsung runtuh ketika ia meninggalkan rumah, tetapi kemudian hancur setelah dirinya berada cukup jauh dari lokasi.
Rumah Winda turut mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan dan lantai dua. Meski demikian, ia bersama keluarganya masih sempat menyelamatkan diri ketika peristiwa tersebut berlangsung.
Warga lainnya, Robi, juga menceritakan dampak ledakan terhadap rumahnya. Bagian atas rumah Robi mengalami kerusakan, sementara lokasi tempat tinggalnya masih ditutup garis polisi setelah kejadian.
Robi menyebut anaknya turut terdampak saat ledakan terjadi. Ia juga melihat adanya api yang muncul di bagian lantai atas rumahnya sehingga menyebabkan kerusakan pada area tersebut.
Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu menyampaikan bahwa terdapat tujuh orang yang mengalami luka akibat ledakan tersebut. Polisi juga mencatat sebanyak 10 bangunan atau pintu rumah mengalami kerusakan.
Darto menjelaskan, ledakan bermula ketika seorang warga bernama Sayuti, istri Idrus, hendak memasak di dapur. Saat menyalakan kompor, tabung LPG yang digunakan ternyata mengalami kebocoran hingga memicu ledakan.
Akibat kejadian itu, Sayuti mengalami luka bakar. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mendalami insiden kebocoran gas yang menyebabkan kerusakan sejumlah rumah dan melukai warga tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memastikan kondisi tabung, regulator, selang, serta sambungan kompor sebelum digunakan. Kebocoran gas yang tidak terdeteksi dapat menimbulkan risiko kebakaran maupun ledakan, terutama apabila gas terakumulasi di dalam ruangan.
Hingga Jumat, warga masih menghadapi kondisi rumah yang rusak dan area kejadian yang belum sepenuhnya dapat digunakan seperti semula. Sementara itu, kepolisian melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan rangkaian peristiwa ledakan tersebut.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !