Warga Ungkap Kehidupan Orang Tua Tersangka Pembunuhan Bayi di Toilet Umum Jakarta Selatan

Warga Ungkap Kehidupan Orang Tua Tersangka Pembunuhan Bayi di Toilet Umum Jakarta Selatan

JAKARTA – Kasus pembunuhan seorang bayi berusia 20 bulan di toilet umum kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengundang perhatian masyarakat. Sejumlah warga di sekitar lokasi mulai mengungkap kehidupan orang tua korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.

Seorang penjaga warung kelontong bernama Fendi menceritakan bahwa pasangan berinisial JM (19) dan AR (22) sempat tinggal di emperan bangunan yang berada tepat di seberang warungnya. Keduanya diketahui berada di lokasi tersebut bersama dua anak mereka selama kurang lebih dua malam.

Menurut Fendi, pasangan tersebut tinggal sementara karena sedang mencari tempat kontrakan dengan biaya terjangkau. Mereka disebut berencana menyewa tempat tinggal dengan harga sekitar Rp300 ribuan. Selama belum mendapatkan kontrakan, emperan di sekitar warung menjadi tempat mereka beristirahat.

Fendi mengaku tidak pernah berbincang secara mendalam dengan JM maupun AR. Interaksinya dengan pasangan tersebut hanya sebatas ketika mereka datang untuk membeli kebutuhan sehari-hari, termasuk popok untuk anak-anaknya.

Fendi juga menyebut pasangan itu lebih sering terlihat pada malam hari. Sementara pada siang hari, keduanya tidak tampak berada di sekitar warung. Ia mengaku tidak mengetahui secara langsung aktivitas mereka selama tinggal sementara di emperan tersebut.

Warga itu menegaskan tidak pernah melihat adanya tindakan kekerasan terhadap korban selama keluarga tersebut berada di sekitar tempat tinggal sementara itu. Ia baru mengetahui kejadian setelah warga ramai berkumpul dan mendapat kabar bahwa anak pasangan tersebut telah meninggal dunia.

Peristiwa yang merenggut nyawa bayi berusia 20 bulan itu terjadi pada Sabtu (31/10/2026) malam di toilet umum kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga ditenggelamkan oleh ayah tirinya, AR, di fasilitas umum tersebut.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam menjelaskan bahwa tindakan terhadap korban terjadi dalam dua kesempatan di toilet umum. Peristiwa pertama disebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB, kemudian kembali terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Pemilik toilet umum sempat mendengar tangisan korban sehingga menimbulkan kecurigaan.

Setelah kejadian tersebut, jasad korban dibuang ke sebuah lahan kosong di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kasus kemudian terungkap setelah muncul kecurigaan dan informasi dari warga yang mengetahui kejadian di sekitar lokasi.

Fendi mengungkapkan bahwa setelah kejadian, AR sempat membawa korban dan menyampaikan kepada warga bahwa anak tersebut masih hidup serta sedang mendapatkan perawatan. Namun, keterangan itu kemudian tidak sesuai dengan kenyataan setelah warga mengetahui korban telah meninggal dunia.

Polisi telah menetapkan JM sebagai ibu kandung dan AR sebagai ayah tiri korban sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana yang menyebabkan anak tersebut meninggal dunia. Aparat masih menangani perkara tersebut sesuai proses hukum yang berlaku.

Polisi sebelumnya menyampaikan bahwa kesulitan ekonomi menjadi salah satu alasan yang melatarbelakangi tindakan kedua tersangka. Pasangan tersebut diketahui memiliki dua anak, dengan korban merupakan anak kedua. Meski demikian, kondisi ekonomi tidak menghapus pertanggungjawaban hukum atas dugaan tindak kekerasan terhadap anak.

Kasus ini juga menjadi perhatian terkait perlindungan anak, khususnya bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan. Lingkungan sekitar diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda kekerasan atau penelantaran.

Sementara itu, penanganan terhadap kakak korban turut menjadi perhatian setelah peristiwa tersebut. Dinas Sosial telah melakukan langkah evakuasi dan pendampingan untuk memastikan anak tersebut memperoleh perlindungan serta penanganan yang dibutuhkan.

Peristiwa di Kebayoran Lama ini menjadi pengingat bahwa anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, termasuk ketika keluarga menghadapi tekanan ekonomi dan persoalan sosial. Perlindungan terhadap anak memerlukan perhatian bersama, baik dari keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !