Prakiraan Cuaca Jawa Timur 4 November 2026: Trenggalek, Tulungagung hingga Malang Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jawa Timur 4 November 2026: Trenggalek, Tulungagung hingga Malang Berpotensi Hujan Ringan

SURABAYA – Sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur diprakirakan mengalami hujan ringan pada Rabu, 4 November 2026. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Trenggalek, Tulungagung, hingga Malang termasuk daerah yang berpotensi diguyur hujan. Kondisi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan antardaerah.

Prakiraan cuaca yang dirilis BMKG menunjukkan bahwa kondisi atmosfer di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur cukup bervariasi. Selain hujan ringan, beberapa wilayah lainnya diperkirakan mengalami cuaca berawan, udara kabur, hingga kabut atau asap. Perbedaan kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca sesuai lokasi masing-masing sebelum menjalankan kegiatan sehari-hari.

Untuk Kabupaten Trenggalek, BMKG memprakirakan hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 28 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diperkirakan berada pada rentang 66 hingga 97 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Trenggalek berpotensi mengalami peningkatan kelembapan yang disertai turunnya hujan dengan intensitas ringan.

Sementara itu, Kabupaten Tulungagung juga diprakirakan mengalami hujan ringan pada hari yang sama. Suhu udara di wilayah tersebut diperkirakan berkisar antara 25 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 67 hingga 94 persen. Masyarakat yang hendak bepergian maupun melakukan aktivitas pekerjaan di luar ruangan diimbau memperhatikan perkembangan cuaca agar dapat mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan.

Adapun Kabupaten Malang diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu udara sekitar 23 hingga 30 derajat Celsius. Kelembapan udara di wilayah ini diperkirakan berada pada kisaran 60 hingga 97 persen. Kondisi cuaca tersebut perlu diperhatikan oleh masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi kawasan perkotaan, perdesaan, maupun jalur penghubung antarkecamatan.

Selain tiga wilayah tersebut, prakiraan BMKG juga memperlihatkan kondisi cuaca yang beragam di daerah lain. Kabupaten Pacitan diperkirakan mengalami udara kabur dengan suhu 22 hingga 28 derajat Celsius. Ponorogo diprakirakan cerah dengan suhu 25 hingga 32 derajat Celsius, sedangkan Blitar diprediksi berawan dengan suhu 24 hingga 30 derajat Celsius. Kabupaten Kediri juga berpotensi mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar 25 hingga 31 derajat Celsius.

Di sejumlah wilayah lainnya, kondisi berawan diprakirakan terjadi di beberapa daerah, termasuk Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Jombang, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, serta sejumlah wilayah di Pulau Madura. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di beberapa daerah seperti Magetan, Situbondo, Pasuruan, Mojokerto, Nganjuk, dan Tuban. Kabupaten Bondowoso serta Gresik diprakirakan mengalami cuaca cerah.

BMKG juga mencatat bahwa suhu udara di Jawa Timur pada 4 November 2026 menunjukkan perbedaan cukup besar antardaerah. Kota Mojokerto diprakirakan menjadi salah satu wilayah dengan suhu tertinggi, yakni mencapai 36 derajat Celsius. Sebaliknya, Kota Batu diperkirakan memiliki suhu lebih rendah, berkisar antara 17 hingga 24 derajat Celsius, dengan kondisi kabut atau asap dan tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi.

Potensi perubahan cuaca tersebut juga perlu diperhatikan karena sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Dalam peringatan sebelumnya, BMKG Juanda menyampaikan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur selama periode 2 hingga 9 November 2026. Potensi tersebut meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda menjelaskan bahwa kondisi atmosfer, termasuk gangguan gelombang Madden Julian Oscillation (MJO), pola pertemuan angin atau konvergensi, serta kondisi atmosfer lokal yang labil, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es di sejumlah wilayah.

Masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, daerah dengan kemiringan tanah yang curam, serta wilayah sekitar tebing dan aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Pengendara juga diimbau berhati-hati ketika melintas saat hujan karena kondisi jalan yang basah dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Dengan adanya prakiraan tersebut, masyarakat Trenggalek, Tulungagung, Malang, dan wilayah lainnya di Jawa Timur diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi cuaca setempat. Informasi prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer sehingga masyarakat disarankan memantau pembaruan resmi BMKG untuk memperoleh informasi yang lebih akurat sebelum melakukan perjalanan maupun kegiatan di luar ruangan.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !