Sebanyak 20 keluarga masih memilih bertahan di kawasan yang dikenal dengan sebutan Kampung Zombie di Jakarta Timur. Di tengah kondisi lingkungan permukiman yang memprihatinkan, warga harus menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ancaman banjir hingga keterbatasan harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Situasi tersebut menggambarkan perjuangan masyarakat yang tetap bertahan di tengah kondisi tempat tinggal yang belum memberikan rasa aman dan nyaman.
Julukan Kampung Zombie menggambarkan kondisi kawasan yang menyisakan jejak kehidupan masyarakat di tengah lingkungan yang mengalami perubahan. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, sejumlah keluarga masih menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat tinggal. Bagi mereka, bertahan bukan sekadar persoalan memilih lokasi hunian, tetapi juga berkaitan dengan kondisi ekonomi dan keterbatasan pilihan untuk mendapatkan tempat tinggal alternatif.
Ancaman banjir menjadi salah satu persoalan yang terus membayangi kehidupan warga. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika intensitas hujan meningkat dan lingkungan permukiman berpotensi terdampak genangan. Bagi keluarga yang masih menetap, ancaman banjir bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka.
Di tengah kondisi tersebut, keberadaan 20 keluarga yang masih bertahan memperlihatkan persoalan sosial dan lingkungan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Keterbatasan ruang hidup serta kondisi permukiman yang kurang mendukung menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik masih menjadi persoalan penting bagi warga yang belum memiliki kepastian mengenai masa depan tempat tinggal mereka.
Kondisi Kampung Zombie juga memperlihatkan bahwa persoalan permukiman tidak hanya berkaitan dengan keberadaan bangunan, tetapi turut menyangkut kehidupan masyarakat yang berada di dalamnya. Penanganan kawasan dengan kondisi lingkungan yang rentan membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan dasar warga, termasuk keselamatan, kelayakan hunian, dan kepastian tempat tinggal.
Ancaman banjir menjadi persoalan yang perlu diperhatikan, terutama dalam menghadapi musim penghujan. Permukiman dengan kondisi lingkungan yang rentan membutuhkan langkah antisipasi agar masyarakat tidak terus-menerus berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Upaya penanganan juga perlu mempertimbangkan kondisi keluarga yang masih menetap sehingga kebijakan yang diambil tidak mengabaikan kebutuhan warga.
Keberadaan puluhan keluarga yang masih bertahan di kawasan tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan hunian dan kesejahteraan masyarakat saling berkaitan. Ketika kondisi lingkungan belum memberikan perlindungan yang memadai, warga harus menghadapi ketidakpastian dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, penanganan persoalan permukiman perlu memperhatikan aspek lingkungan sekaligus kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Hingga laporan tersebut diterbitkan pada Rabu (4/11/2026), sebanyak 20 keluarga masih tercatat bertahan di Kampung Zombie. Ancaman banjir dan terbatasnya harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik masih menjadi gambaran kondisi yang dihadapi warga. Kepastian mengenai langkah penanganan kawasan dan masa depan keluarga yang tinggal di dalamnya menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.\
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !