SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR — Peristiwa tragis menimpa Selviana Ambu Kaka (24), seorang perempuan yang meninggal dunia setelah diduga diterkam buaya saat mandi di Sungai Bondo Kodi, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden yang terjadi pada Jumat (23/10/2026) malam tersebut disaksikan langsung oleh calon suaminya, Fabianus Dowa, dan seorang anggota keluarga bernama Imelda Dowa.
Kapolsek Kodi, Iptu Ahmad Sidiq Abbas, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika Selviana bersama Fabianus dan Imelda mendatangi Sungai Bondo Kodi untuk mencuci pakaian. Ketiganya tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 Wita. Aktivitas mencuci pakaian berlangsung hingga sekitar pukul 19.30 Wita sebelum mereka melanjutkan kegiatan dengan mandi di sungai tersebut.
Setelah selesai mencuci pakaian, Selviana dan Fabianus kemudian mandi di lokasi. Namun, situasi yang semula berjalan biasa berubah menjadi peristiwa mematikan ketika Selviana tiba-tiba diserang buaya. Serangan tersebut terjadi di hadapan Fabianus dan Imelda yang berada di lokasi bersama korban. Kejadian berlangsung begitu cepat sehingga korban tidak berhasil diselamatkan.
Menurut keterangan kepolisian, orang-orang yang berada di lokasi saat itu tidak mengetahui adanya buaya di sekitar tempat mereka beraktivitas. Kondisi tersebut membuat keberadaan satwa berbahaya itu tidak disadari sebelum serangan terjadi. Insiden tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai risiko melakukan aktivitas sehari-hari di sungai yang berpotensi menjadi habitat satwa liar.
Melihat kejadian tersebut, Imelda Dowa segera berlari menuju jalan raya untuk menghubungi keluarga dan meminta pertolongan. Informasi mengenai serangan buaya itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian dan pemerintah setempat. Warga bersama aparat kepolisian selanjutnya mendatangi kawasan sungai untuk melakukan pencarian terhadap Selviana.
Upaya pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Kodi, Iptu Ahmad Sidiq Abbas, bersama sejumlah personel kepolisian dan warga. Pencarian berlangsung hingga Sabtu (24/10/2026) dini hari, sekitar pukul 04.00 Wita, tetapi korban belum berhasil ditemukan. Tim pencari kemudian melanjutkan upaya pencarian sampai akhirnya Selviana ditemukan sekitar pukul 06.00 Wita.
Jasad Selviana ditemukan berada di dalam air, sekitar 25 hingga 30 meter dari lokasi awal dirinya diduga diterkam buaya. Menurut keterangan Kapolsek Kodi, tubuh korban tidak dalam kondisi terapung ketika ditemukan. Polisi juga menyebutkan terdapat sejumlah luka gigitan buaya di sekujur tubuh korban, yang memperkuat dugaan bahwa ia menjadi korban serangan satwa tersebut.
Selviana diketahui berasal dari Kampung Patunu, Desa Hombarande, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Setelah ditemukan, jenazahnya dibawa ke rumah calon suaminya di Kampung Kalembu Baroh, Desa Waikaninyo, Kecamatan Kodi Bangedo, untuk disemayamkan sebelum proses pemakaman. Kepergian korban meninggalkan duka bagi keluarga, calon suami, serta orang-orang yang mengenalnya.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat ketika menggunakan sungai untuk mencuci pakaian, mandi, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya. Aktivitas tersebut masih menjadi bagian dari keseharian sebagian warga, tetapi dapat menimbulkan risiko serius apabila dilakukan di kawasan yang menjadi habitat buaya. Karena itu, informasi mengenai keberadaan satwa liar dan kondisi lingkungan sekitar perlu diperhatikan sebelum masyarakat beraktivitas di perairan terbuka.
Dalam perkembangan terkait, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di lokasi yang menjadi habitat buaya, termasuk kawasan Sungai Bondo Kodi dan Pantai Pero. Peringatan tersebut disampaikan menyusul kematian Selviana. Pemerintah daerah menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati karena keberadaan buaya di sejumlah wilayah tersebut telah lama diketahui warga.
Tragedi yang menimpa Selviana menjadi perhatian bagi masyarakat dan pemerintah setempat mengenai pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sungai. Warga diimbau untuk menghindari lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya serta tidak mengabaikan potensi bahaya di sekitar perairan. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan menjadi hal penting untuk mengurangi risiko terulangnya kejadian serupa.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !