Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memutuskan memperpanjang penerapan rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing setelah evaluasi menunjukkan langkah tersebut berhasil mengurangi kepadatan kendaraan pada hari sebelumnya. Kebijakan ini diterapkan sebagai respons atas kemacetan panjang yang terjadi akibat tingginya aktivitas kendaraan angkutan barang, khususnya truk pengangkut peti kemas yang menuju dan keluar dari kawasan pelabuhan. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Rekayasa lalu lintas kembali diberlakukan mulai pukul 15.00 WIB dengan melibatkan personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara di sejumlah titik strategis. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah penutupan sementara beberapa putaran balik (U-turn) di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC). Penutupan tersebut bertujuan memperlancar arus kendaraan sehingga tidak terjadi antrean panjang akibat kendaraan yang saling memotong jalur di titik-titik persimpangan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan sebelumnya terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan secara signifikan. Arus lalu lintas yang sebelumnya mengalami perlambatan di kedua arah berangsur kembali normal setelah dilakukan penutupan U-turn dan pengaturan arus kendaraan oleh petugas di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Dishub memutuskan untuk memperpanjang penerapan rekayasa sebagai langkah antisipatif agar kemacetan tidak kembali terjadi pada jam-jam sibuk. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Kemacetan di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh meningkatnya antrean truk peti kemas yang menuju kawasan pelabuhan dan depo logistik. Tingginya volume impor yang belum diimbangi dengan kelancaran distribusi barang menyebabkan penumpukan kontainer di sejumlah depo, sehingga banyak kendaraan berat harus mengantre untuk melakukan proses bongkar muat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas di jalan arteri yang menjadi akses utama menuju kawasan industri dan pelabuhan.
Dishub DKI Jakarta berharap pengelola depo peti kemas, termasuk Pelindo, dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sehingga proses keluar masuk kontainer menjadi lebih cepat. Saat ini kapasitas operasional depo dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu mengurangi penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan berkepanjangan. Dengan kapasitas yang lebih besar, distribusi logistik diharapkan dapat berlangsung lebih efisien tanpa mengganggu aktivitas masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
Selain melakukan rekayasa lalu lintas, petugas di lapangan juga terus memantau kondisi arus kendaraan dan melakukan penyesuaian apabila terjadi peningkatan volume lalu lintas. Koordinasi antara Dinas Perhubungan, kepolisian, serta instansi terkait dilakukan secara intensif untuk memastikan setiap perubahan kondisi dapat segera direspons melalui pengaturan lalu lintas yang tepat.
Masyarakat yang melintasi kawasan Jalan Raya Bekasi, Cakung, hingga Cilincing diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif apabila memungkinkan. Pengendara juga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengikuti rambu-rambu sementara yang dipasang selama masa penerapan rekayasa lalu lintas agar perjalanan tetap aman dan tertib.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan rekayasa lalu lintas akan terus dilakukan secara berkala. Apabila kondisi arus kendaraan telah kembali stabil dan antrean truk kontainer berhasil dikurangi, rekayasa lalu lintas dapat disesuaikan kembali sesuai kebutuhan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas distribusi logistik yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !