Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih dalam penanganan setelah berlangsung selama tiga hari. Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan api yang masih muncul di sejumlah bagian gunungan sampah.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi cuaca, angin kencang, keterbatasan sumber air, hingga karakteristik tumpukan sampah membuat penanganan membutuhkan waktu dan kehati-hatian.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan angin kencang menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pemadaman. Kondisi tersebut dapat membuat api yang sebelumnya berhasil dikendalikan kembali menyala.
Selain faktor angin, ketersediaan air juga menjadi persoalan dalam upaya pemadaman. Petugas harus mengatur penggunaan air secara efektif agar proses penanganan dapat terus dilakukan pada titik-titik yang masih membutuhkan pendinginan.
Kondisi medan di sekitar gunungan sampah juga menjadi tantangan tersendiri. Tumpukan sampah memiliki kontur berbukit dan pada beberapa bagian terdapat area yang berpotensi mengalami longsor.
Terbatasnya jarak pandang akibat asap turut membuat pekerjaan alat berat harus dilakukan secara hati-hati. Operator perlu memastikan kondisi medan sebelum menggerakkan kendaraan maupun peralatan agar tidak menimbulkan risiko tambahan.
Petugas saat ini menggunakan alat berat untuk mengurai tumpukan sampah di sekitar lokasi kebakaran. Sampah dibolak-balik agar bagian yang masih menyimpan panas dapat ditemukan dan kemudian ditangani.
Selain mengurai tumpukan sampah, petugas juga membuat pembatas atau lereng di sejumlah bagian lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk melokalisasi api sehingga tidak menyebar ke area lain di dalam kawasan TPA.
Metode penguraian menggunakan alat berat dinilai cukup membantu proses pemadaman. Setelah tumpukan sampah diurai, petugas dapat melakukan penyiraman pada bagian yang masih panas untuk menurunkan suhu.
Kebakaran TPA Galuga sendiri bermula dari kebakaran lahan warga pada Senin, 7 September 2026. Api kemudian merambat ke kawasan gunungan sampah dan membesar pada malam hari.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut kebakaran juga berdampak terhadap operasional TPA Galuga. Pelayanan pengelolaan sampah sempat ditutup sementara sebagai bagian dari langkah penanganan dan keselamatan di lokasi.
TPA Galuga merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang digunakan oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Karena itu, penanganan kebakaran dilakukan melalui kolaborasi kedua pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Puluhan personel gabungan masih dikerahkan untuk menangani kebakaran. Unsur yang terlibat antara lain petugas pemadam kebakaran, BPBD, dinas lingkungan hidup, dinas pekerjaan umum, TNI, Polri, relawan, serta sejumlah pihak lainnya.
Petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat di permukaan. Pendinginan dan penguraian tumpukan sampah menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kembali titik panas yang dapat memicu penyebaran api.
Pemerintah daerah berharap proses penanganan dapat segera dituntaskan. Masyarakat di sekitar kawasan juga diimbau tetap berhati-hati, mengikuti informasi resmi, serta tidak mendekati area kebakaran karena kondisi medan dan asap masih berpotensi membahayakan.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !