A
Kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting yang perlu dijaga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, membaca, hingga menikmati hiburan melalui telepon genggam, hampir seluruh kegiatan tersebut melibatkan fungsi penglihatan. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan padatnya rutinitas, banyak orang belum menyadari bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali dapat menimbulkan gangguan pada mata.
Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama, kurang tidur, membaca dengan pencahayaan yang tidak memadai, hingga kebiasaan menggosok mata sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, sejumlah kebiasaan tersebut dapat menyebabkan mata terasa lelah, kering, iritasi, dan tidak nyaman. Apabila keluhan terus berulang tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat mengganggu produktivitas serta kualitas hidup seseorang.
Menjaga kesehatan mata tidak selalu membutuhkan perawatan yang rumit. Langkah sederhana, seperti mengatur waktu penggunaan gawai, menjaga kebersihan tangan, mencukupi waktu tidur, dan memperhatikan pencahayaan saat beraktivitas, dapat membantu mengurangi risiko gangguan mata. Selain itu, pemeriksaan mata secara berkala juga penting untuk mendeteksi masalah penglihatan sejak dini.
Berikut lima kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan agar kesehatan mata tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang bergantung pada perangkat digital.
Penggunaan ponsel, komputer, laptop, dan tablet telah menjadi bagian dari kehidupan modern. Perangkat tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belajar dan bekerja hingga berkomunikasi serta mencari hiburan. Meski memberikan banyak kemudahan, menatap layar dalam waktu lama tanpa jeda dapat menimbulkan keluhan pada mata.
Ketika seseorang terlalu fokus pada layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang. Akibatnya, permukaan mata lebih mudah mengalami kekeringan karena lapisan air mata tidak tersebar secara optimal. Kondisi ini dapat memicu gejala berupa mata kering, perih, kemerahan, pandangan sementara menjadi kabur, hingga sakit kepala.
Keluhan tersebut kerap dikaitkan dengan ketegangan mata digital atau digital eye strain. Kondisi ini dapat terjadi ketika mata terus-menerus digunakan untuk melihat objek pada jarak dekat tanpa mendapatkan istirahat yang cukup. Tingkat kenyamanan juga dapat dipengaruhi oleh ukuran huruf, posisi layar, pencahayaan ruangan, dan jarak pandang.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pengguna perangkat digital disarankan menerapkan aturan 20-20-20. Artinya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Kebiasaan ini membantu memberikan jeda bagi mata selama beraktivitas.
Selain itu, atur posisi layar pada jarak yang nyaman, sesuaikan tingkat kecerahan dengan pencahayaan sekitar, serta hindari penggunaan perangkat secara terus-menerus tanpa istirahat. Jika mata terasa kering, perih, atau pandangan sering kabur, sebaiknya kurangi aktivitas yang memicu keluhan dan konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila gejala tidak membaik.
Kebiasaan membaca di tempat yang terlalu gelap atau menggunakan ponsel dengan tingkat kecerahan yang tidak sesuai masih sering dilakukan, terutama pada malam hari. Sebagian orang bahkan menggunakan perangkat digital sebelum tidur dengan kondisi lampu kamar dimatikan. Padahal, perbedaan pencahayaan yang terlalu mencolok antara layar dan lingkungan sekitar dapat membuat mata terasa kurang nyaman.
Pencahayaan yang terlalu redup tidak secara langsung berarti akan menyebabkan kerusakan permanen pada mata. Namun, kondisi tersebut dapat membuat aktivitas membaca terasa lebih melelahkan, terutama ketika seseorang harus berkonsentrasi dalam waktu lama. Mata dapat mengalami ketegangan, sementara seseorang mungkin merasa perlu mendekatkan buku atau layar agar tulisan terlihat lebih jelas.
Sebaliknya, pencahayaan yang terlalu terang atau menimbulkan pantulan pada layar juga dapat mengganggu kenyamanan penglihatan. Oleh karena itu, pengaturan cahaya perlu disesuaikan dengan aktivitas yang sedang dilakukan. Ruangan sebaiknya memiliki penerangan yang cukup, sementara posisi layar perlu diatur agar tidak memantulkan cahaya secara langsung ke mata.
Ketika membaca buku atau menggunakan perangkat digital, pastikan ukuran tulisan cukup jelas dan jarak pandang terasa nyaman. Hindari membaca terlalu dekat atau mempertahankan posisi yang membuat mata cepat lelah. Jika menggunakan ponsel pada malam hari, usahakan tetap menyediakan pencahayaan ruangan yang memadai.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan mata selama membaca maupun menggunakan perangkat digital. Apabila seseorang terus mengalami kesulitan melihat tulisan, sering menyipitkan mata, atau mengalami pandangan kabur, pemeriksaan mata diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan penglihatan yang membutuhkan penanganan.
Menggosok mata merupakan kebiasaan yang kerap dilakukan ketika mata terasa gatal, lelah, atau seperti kemasukan debu. Tindakan tersebut mungkin memberikan rasa lega untuk sementara, tetapi menggosok mata terlalu kuat justru berpotensi menimbulkan masalah.
Tangan yang belum dibersihkan dapat membawa kotoran, bakteri, dan berbagai mikroorganisme yang berisiko menyebabkan iritasi atau infeksi ketika menyentuh area mata. Selain itu, tekanan dan gesekan berlebihan dapat melukai permukaan mata. Kebiasaan menggosok mata secara berulang dan kuat juga dikaitkan dengan risiko gangguan pada kornea, terutama pada orang yang rentan mengalami kondisi tertentu.
Rasa gatal pada mata sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti alergi, iritasi, mata kering, atau paparan debu. Karena itu, menggosok mata bukanlah cara terbaik untuk mengatasi keluhan tersebut. Tindakan ini justru dapat memperburuk iritasi dan membuat mata semakin tidak nyaman.
Jika mata terasa gatal, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan sebelum menyentuh area wajah dan menghindari gesekan langsung pada mata. Kompres dingin pada kelopak mata yang tertutup dapat membantu meredakan ketidaknyamanan akibat iritasi ringan. Apabila terdapat benda asing yang masuk, hindari menekan atau menggosok mata dengan keras.
Apabila keluhan terus berulang, disertai rasa sakit, kemerahan yang berat, keluar cairan tidak biasa, atau perubahan penglihatan, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan. Penanganan yang tepat perlu disesuaikan dengan penyebab gangguan, bukan hanya berdasarkan gejala yang terlihat.
Tidur yang cukup memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk kenyamanan mata. Kebiasaan tidur terlalu larut dan memiliki waktu istirahat yang tidak teratur dapat membuat mata terasa lelah pada keesokan harinya. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain mata merah, kering, terasa berat, dan sulit mempertahankan konsentrasi ketika membaca atau bekerja.
Kurang tidur juga dapat membuat area sekitar mata tampak lebih sembap atau lingkaran gelap terlihat lebih jelas. Meski demikian, perubahan penampilan tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur karena faktor genetik, kondisi kulit, alergi, dan keadaan kesehatan lainnya juga dapat berpengaruh.
Kebiasaan begadang sering berkaitan dengan penggunaan perangkat digital hingga larut malam. Aktivitas tersebut dapat membuat waktu tidur semakin berkurang, terutama ketika seseorang terus menonton video, bermain gim, atau menggunakan media sosial sebelum beristirahat. Akibatnya, tubuh tidak memperoleh waktu pemulihan yang cukup.
Untuk menjaga kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan, biasakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan mencukupi kebutuhan istirahat sesuai usia. Remaja umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar delapan hingga sepuluh jam setiap malam, sedangkan orang dewasa biasanya membutuhkan tujuh hingga sembilan jam.
Mengurangi penggunaan ponsel menjelang waktu tidur, menjaga suasana kamar tetap nyaman, dan menghindari aktivitas yang mengganggu jadwal istirahat dapat membantu membangun pola tidur yang lebih baik. Dengan istirahat yang cukup, tubuh dapat berfungsi lebih optimal dan keluhan mata yang berkaitan dengan kelelahan berpeluang berkurang.
Lensa kontak menjadi alternatif bagi sebagian orang yang membutuhkan koreksi penglihatan atau ingin menggunakannya untuk keperluan tertentu. Namun, pemakaian lensa kontak memerlukan perhatian khusus terhadap kebersihan dan aturan penggunaan. Kelalaian dalam merawat lensa dapat meningkatkan risiko iritasi hingga infeksi pada mata.
Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah menyentuh atau memasang lensa kontak tanpa mencuci dan mengeringkan tangan terlebih dahulu. Selain itu, menggunakan lensa melebihi masa pemakaian yang dianjurkan, tidur dengan lensa yang tidak dirancang untuk dipakai semalaman, serta membersihkannya menggunakan air keran dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Air yang tidak steril dapat membawa mikroorganisme yang berbahaya apabila masuk ke mata melalui lensa kontak. Infeksi kornea yang berkaitan dengan penggunaan lensa kontak dapat menjadi kondisi serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Oleh karena itu, kebersihan dan kepatuhan terhadap petunjuk penggunaan tidak boleh diabaikan.
Pengguna lensa kontak perlu mengikuti petunjuk dari tenaga kesehatan dan produsen, menggunakan cairan pembersih khusus sesuai anjuran, serta mengganti lensa dan wadah penyimpanannya sesuai jadwal. Lensa kontak juga sebaiknya tidak digunakan ketika mata mengalami iritasi atau kemerahan yang belum diketahui penyebabnya.
Apabila mata terasa sakit, sensitif terhadap cahaya, memerah, atau penglihatan menjadi kabur saat menggunakan lensa kontak, segera lepaskan lensa jika dapat dilakukan dengan aman dan cari pertolongan medis. Jangan kembali menggunakannya sebelum kondisi mata dinilai aman oleh tenaga kesehatan.
Menjaga kesehatan mata dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sehari-hari. Selain mengurangi waktu menatap layar tanpa jeda, masyarakat perlu memperhatikan pencahayaan ketika membaca, menjaga kebersihan tangan, menghindari kebiasaan menggosok mata, dan memastikan waktu tidur mencukupi.
Pola makan seimbang yang mencakup sayuran, buah-buahan, dan sumber zat gizi lainnya juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain itu, penggunaan kacamata pelindung ketika melakukan aktivitas yang berisiko serta perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet dapat menjadi bagian dari upaya menjaga mata.
Pemeriksaan mata secara berkala juga tidak kalah penting. Beberapa gangguan penglihatan dapat berkembang secara bertahap tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Melalui pemeriksaan, masalah penglihatan dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Masyarakat sebaiknya tidak menunggu hingga penglihatan terganggu untuk mulai memperhatikan kesehatan mata. Jika mengalami perubahan penglihatan secara mendadak, nyeri mata berat, atau gangguan lain yang mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis.
Lima kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mata meliputi menatap layar terlalu lama tanpa istirahat, membaca dengan pencahayaan yang tidak tepat, menggosok mata secara berlebihan, kurang tidur, serta menggunakan lensa kontak tanpa menjaga kebersihannya. Kebiasaan tersebut dapat memicu ketidaknyamanan dan, dalam kondisi tertentu, meningkatkan risiko gangguan mata yang lebih serius.
Dengan menerapkan pola hidup yang lebih sehat dan memperhatikan cara merawat mata, masyarakat dapat membantu menjaga kenyamanan penglihatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak dini menjadi langkah penting agar kesehatan mata tetap terjaga dalam jangka panjang.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !