Kemilau Pekan Raya Ponorogo resmi digelar di Alun-Alun Ponorogo, Jawa Timur, mulai 3 hingga 6 November 2026. Gelaran selama empat hari tersebut memadukan pameran inovasi dan teknologi, ekonomi kreatif, bazar UMKM, festival musik pelajar, hingga konser yang menghadirkan Last Child dan Ndarboy Gank.
Besarnya rangkaian acara membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama panitia dan aparat. Polres Ponorogo menyiapkan personel gabungan dari berbagai unsur untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, terutama ketika konser musik berlangsung.
Pengamanan melibatkan unsur TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, serta sejumlah instansi terkait. Selain itu, personel bantuan dari Brimob turut disiapkan untuk memperkuat pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Jumlah personel disesuaikan dengan agenda masing-masing hari. Pada pembukaan Selasa (3/11/2026), sekitar 300 personel gabungan diplot untuk melakukan pengamanan. Jumlah tersebut mencakup petugas dari berbagai unsur yang bertugas mengamankan area kegiatan dan mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.
Pengamanan kemudian disesuaikan kembali pada 4 dan 5 November dengan sekitar 50 personel setiap hari. Sementara pada malam penutupan Jumat (6/11/2026), jumlah personel ditingkatkan hingga sekitar 400 orang karena adanya penampilan Ndarboy Gank yang diperkirakan menarik banyak masyarakat.
Petugas juga melakukan koordinasi dengan pengamanan internal panitia. Skema tersebut disiapkan agar pengawasan tidak hanya dilakukan di area panggung, tetapi juga mencakup akses keluar-masuk, kawasan stan, serta titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Dari sisi keselamatan, Dinas Kesehatan menyiapkan empat unit ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan. Petugas pemadam kebakaran juga disiagakan di lokasi dengan perlengkapan alat pemadam api ringan atau APAR.
Kesiapan tersebut diperlukan karena Kemilau Pekan Raya Ponorogo tidak hanya menghadirkan konser musik. Di lokasi yang sama terdapat pameran inovasi dan teknologi serta berbagai stan produk dan kegiatan masyarakat yang berlangsung selama empat hari.
Pada rangkaian pameran, terdapat 48 stan yang menampilkan inovasi dan teknologi. Pesertanya berasal dari perangkat daerah, institusi pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas. Berbagai inovasi yang ditampilkan mencakup teknologi, pelayanan publik, produk kreatif, serta potensi lokal Ponorogo.
Sementara itu, sebanyak 40 stan disediakan untuk pelaku UMKM. Kehadiran bazar tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membuka ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha lokal selama kegiatan berlangsung.
Kemilau Pekan Raya Ponorogo juga menghadirkan festival band pelajar. Agenda tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan bermusik sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sektor ekonomi kreatif daerah.
Puncak hiburan musik menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan. Last Child dijadwalkan tampil pada malam pembukaan 3 November, sedangkan Ndarboy Gank menjadi pengisi acara pada malam penutupan 6 November. Konser tersebut terbuka bagi masyarakat secara gratis.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan Kemilau Pekan Raya Ponorogo dirancang dengan menggabungkan berbagai potensi daerah dalam satu agenda. Pemerintah daerah tidak ingin kegiatan tersebut hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi perangkat daerah, sekolah, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat untuk memperkenalkan karya mereka.
Konsep kegiatan tersebut terinspirasi dari Pekan Raya Jakarta, meskipun skalanya masih disesuaikan dengan kondisi Ponorogo. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto sebelumnya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggabungkan empat ekosistem utama, yakni pameran inovasi dan teknologi, pameran ekonomi kreatif serta bazar UMKM, festival band dan konser musik, serta agenda penghargaan bagi wajib pajak.
Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan konser. Mereka juga dapat melihat berbagai inovasi, menikmati produk UMKM, mengikuti rangkaian festival, dan mengenal lebih jauh potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Ponorogo.
Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap hiburan musik, aparat mengingatkan pengunjung agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Masyarakat diminta mewaspadai tindak kejahatan seperti pencopetan dan pencurian serta tidak membawa barang yang dapat membahayakan pengunjung lain.
Sejumlah barang juga dilarang dibawa ke area kegiatan, antara lain senjata tajam, senjata api, minuman keras, tongkat, serta benda berbahaya lainnya. Pengunjung juga diminta tidak membawa bendera organisasi maupun mengenakan atribut organisasi yang berpotensi mengganggu situasi keamanan acara.
Pengamanan berlapis tersebut diharapkan membuat seluruh rangkaian Kemilau Pekan Raya Ponorogo berjalan tertib hingga hari terakhir. Dengan dukungan aparat, panitia, tenaga kesehatan, dan instansi terkait, masyarakat dapat menikmati pameran serta pertunjukan musik sambil tetap memperhatikan keselamatan dan ketertiban bersama.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !