JAKARTA – Kalisa Putri mengambil keputusan penting dalam perjalanan kariernya dengan membatalkan kesempatan tampil dalam ajang fashion show di Paris, Prancis. Keputusan tersebut diambil demi mengikuti prosesi pengambilan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 6 Oktober 2026. Bagi Kalisa, kesempatan untuk menekuni profesi hukum menjadi prioritas yang tidak ingin dilewatkan setelah melalui proses pendidikan dan persyaratan panjang.
Artis sekaligus model tersebut resmi menyandang status advokat setelah mengikuti prosesi sumpah di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Ia menjelaskan bahwa lokasi pelantikan dipilih berdasarkan domisili yang tercantum dalam kartu tanda penduduk (KTP), yakni wilayah DKI Jakarta. Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya di luar industri hiburan.
Kalisa mengungkapkan bahwa untuk mencapai tahap tersebut, dirinya harus melewati sejumlah tahapan yang telah ditetapkan. Prosesnya tidak hanya mengharuskan seseorang menyelesaikan pendidikan sarjana hukum, tetapi juga mengikuti Pendidikan Profesi Advokat, memenuhi standar kelulusan, dan menjalani Ujian Profesi Advokat (UPA).
Selain pendidikan dan ujian profesi, calon advokat juga harus memenuhi persyaratan pengalaman praktik. Kalisa menyebut pengalaman magang minimal dua tahun di kantor hukum sebagai salah satu ketentuan yang harus dipenuhi sebelum mendaftarkan diri untuk mengikuti sumpah advokat. Berbagai dokumen dan persyaratan administratif lainnya juga perlu diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku.
Rangkaian persyaratan tersebut membuat keputusan Kalisa untuk memprioritaskan pelantikan menjadi semakin berarti. Ia harus menentukan pilihan ketika jadwal prosesi sumpah advokat bertepatan dengan kesempatan tampil di panggung mode internasional. Setelah mempertimbangkan kedua agenda tersebut, Kalisa akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti fashion show di Paris.
Kalisa mengakui bahwa keputusan tersebut bukan perkara mudah. Kesempatan tampil dalam peragaan busana di Paris merupakan peluang yang menarik bagi seorang model, terutama untuk memperluas pengalaman dan jaringan profesional di industri mode. Namun, ia memilih untuk mendahulukan pencapaian akademik dan langkah baru dalam profesi hukum yang telah dipersiapkannya selama bertahun-tahun.
Menurut Kalisa, kesempatan di dunia hiburan masih dapat datang pada waktu mendatang. Ia meyakini bahwa membangun fondasi profesi hukum saat ini merupakan keputusan yang tepat untuk perkembangan dirinya. Karena itu, meskipun harus melepas salah satu peluang di dunia modeling, ia tetap optimistis akan memperoleh kesempatan lain untuk kembali tampil dalam berbagai kegiatan mode.
Keputusan tersebut juga memperlihatkan upaya Kalisa dalam menyeimbangkan dua bidang yang memiliki karakter berbeda. Industri hiburan menuntut kreativitas, penampilan, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai kesempatan kerja. Sementara itu, profesi advokat membutuhkan pemahaman hukum, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk memperjuangkan hak pihak yang membutuhkan bantuan hukum.
Kalisa menyadari bahwa perjalanan karier di industri hiburan tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Popularitas dan kesempatan kerja dapat berubah seiring waktu. Pemahaman tersebut menjadi salah satu pertimbangannya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang lain, termasuk hukum, sehingga ia memiliki ruang pengabdian dan pengembangan profesional yang lebih luas.
Setelah resmi menjadi advokat, Kalisa berharap dapat menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan nilai kemanusiaan. Baginya, pekerjaan di bidang hukum bukan sekadar sarana memperoleh penghasilan, melainkan tanggung jawab untuk membantu memperjuangkan hak setiap orang sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia ingin menjadi advokat yang tidak hanya memahami aturan hukum secara akademis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Menurut Kalisa, keadilan dan integritas harus menjadi prinsip utama dalam menjalankan profesi. Komitmen tersebut menjadi bagian dari harapannya ketika memasuki tahap baru dalam perjalanan karier.
Meski kini telah menekuni profesi hukum secara resmi, Kalisa memastikan dirinya tidak akan meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Ia masih menikmati aktivitas sebagai entertainer dan menganggap dunia hiburan sebagai bagian penting dari minat serta perjalanan hidupnya sejak dahulu.
Kalisa berencana tetap menjalani sejumlah kegiatan, mulai dari modeling, menyanyi, menjadi pembawa acara atau host, hingga menjalani pekerjaan syuting. Namun, ia akan lebih selektif dalam menerima tawaran pekerjaan agar dapat membagi waktu secara proporsional antara aktivitas hiburan dan tanggung jawab profesional sebagai advokat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Kalisa tidak memandang karier hukum dan industri hiburan sebagai dua bidang yang harus sepenuhnya dipisahkan. Ia berupaya mempertahankan kegiatan yang disukai sekaligus membangun profesi baru dengan tanggung jawab berbeda. Pengaturan jadwal dan pemilihan pekerjaan menjadi hal penting agar kedua aktivitas itu dapat dijalankan tanpa mengabaikan kewajiban masing-masing.
Perjalanan Kalisa di dunia hiburan sebelumnya juga diwarnai pengalaman dalam ajang kecantikan internasional. Pada 2025, ia mengikuti Miss Tourism World yang diselenggarakan di China dan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, antara lain kategori Best Evening Gown, Miss Favorite, Top Talent, serta masuk Top 20. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari rekam jejaknya di panggung internasional.
Selain modeling dan kompetisi kecantikan, Kalisa juga mengembangkan karier di bidang musik. Ia merilis lagu berjudul Queen Is Back pada 2026, yang mengangkat pesan mengenai kekuatan dan pemberdayaan perempuan. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa kiprahnya di industri kreatif tidak terbatas pada peragaan busana, tetapi juga mencakup bidang hiburan lainnya.
Dengan latar belakang di dunia hiburan dan pencapaian di bidang hukum, Kalisa kini menghadapi tantangan untuk mengelola berbagai tanggung jawab secara bersamaan. Pengalaman di industri kreatif tetap menjadi bagian dari perjalanan kariernya, sementara profesi advokat membuka ruang baru untuk mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi melalui jalur hukum.
Keputusan membatalkan fashion show di Paris demi mengikuti sumpah advokat menjadi penanda prioritas Kalisa pada tahap kariernya saat ini. Ia memilih menyelesaikan komitmen profesional yang telah dipersiapkan melalui proses panjang, tanpa menutup peluang untuk kembali berkarya di dunia hiburan. Ke depan, Kalisa berencana menjalani kedua bidang tersebut secara lebih terarah dengan tetap mengutamakan integritas dan tanggung jawab profesional.
Jurnalis : Wulandari
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !