PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan teknologi Automatic Train Protection (ATP). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada kegiatan BRIN Goes to Industry 5 sebagai langkah memperkuat riset dan inovasi di sektor transportasi perkeretaapian nasional. Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen kedua lembaga untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, modern, dan berdaya saing tinggi.
Automatic Train Protection merupakan sistem keselamatan yang dirancang untuk mengawasi dan mengendalikan operasional kereta secara otomatis. Teknologi ini memiliki fungsi utama mencegah kereta melintasi sinyal berhenti, mengawasi batas kecepatan perjalanan, serta memberikan informasi operasional kepada masinis secara real time. Dengan penerapan sistem tersebut, potensi terjadinya kecelakaan akibat kesalahan manusia maupun gangguan operasional diharapkan dapat diminimalkan secara signifikan. Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap proses pengembangan teknologi di lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, implementasi ATP tidak akan dilakukan secara terburu-buru, melainkan melalui tahapan kajian, pengujian, serta evaluasi yang komprehensif agar sesuai dengan karakteristik operasional jaringan perkeretaapian di Indonesia.
Dalam pengembangannya, KAI dan BRIN akan menggunakan pendekatan Proof of Product. Metode ini memungkinkan kedua pihak melakukan validasi terhadap fungsi, integrasi sistem, serta performa teknologi sebelum diterapkan secara luas. Selain itu, proses tersebut juga bertujuan mengidentifikasi potensi risiko, kebutuhan penyesuaian teknis, hingga aspek pemeliharaan sehingga implementasi teknologi dapat berlangsung secara aman dan efektif.
Kolaborasi ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan hasil riset nasional untuk kebutuhan industri. BRIN berperan sebagai mitra riset yang menyediakan dukungan ilmiah dan inovasi teknologi, sementara KAI menjadi pihak yang mengimplementasikan hasil pengembangan tersebut ke dalam sistem operasional perkeretaapian. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem dari luar negeri.
Pengembangan ATP merupakan bagian dari transformasi digital yang tengah dilakukan KAI untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Selain memperkuat aspek keselamatan, penerapan teknologi modern juga diharapkan mampu meningkatkan keandalan operasional, efisiensi perjalanan kereta api, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi penumpang. Langkah ini sekaligus menjadi wujud kesiapan KAI menghadapi tantangan industri transportasi pada era digital dan Industri 5.0.
Ke depan, hasil kolaborasi antara KAI dan BRIN diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi dalam sistem keselamatan kereta api, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai teknologi transportasi lainnya yang dapat mendukung kemajuan sektor perkeretaapian Indonesia. Dengan riset yang berkelanjutan serta penerapan teknologi berbasis inovasi dalam negeri, sistem transportasi nasional diharapkan semakin modern, aman, efisien, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !