Cegah Banjir dan Longsor, Pemkot Tangsel Bangun Bronjong di Villa Pamulang

Foto: Pemkot Tangsel

Cegah Banjir dan Longsor, Pemkot Tangsel Bangun Bronjong di Villa Pamulang

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah antisipatif untuk mengurangi risiko banjir dan longsor di kawasan Villa Pamulang, Kecamatan Pamulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun bronjong batu kali di sepanjang aliran Sungai Angke.

Pembangunan bronjong tersebut ditujukan untuk memperkuat bagian tebing sungai yang berada di kawasan permukiman. Penguatan ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya pergeseran tanah yang dapat mengancam lingkungan sekitar.

Kawasan Villa Pamulang menjadi salah satu titik yang mendapatkan perhatian karena terdapat aliran Sungai Angke yang berpotensi mengalami perubahan kondisi ketika debit air meningkat. Kondisi tebing sungai juga perlu diperkuat untuk menghadapi potensi erosi.

Bronjong merupakan struktur pengaman yang menggunakan batu dan kawat sebagai penahan. Infrastruktur tersebut dapat membantu menjaga kestabilan tebing sungai sekaligus mengurangi risiko tanah terkikis akibat aliran air.

Pembangunan dilakukan sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ancaman banjir dan longsor menjadi perhatian terutama ketika memasuki periode dengan curah hujan tinggi.

Pemkot Tangsel menargetkan pembangunan bronjong di kawasan tersebut memiliki panjang sekitar 164 meter. Struktur tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap bagian tebing yang dinilai membutuhkan penguatan.

Selain memperkuat tebing, pekerjaan tersebut juga menjadi bagian dari penataan kawasan di sekitar aliran Sungai Angke. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.

Pemerintah daerah berharap keberadaan bronjong dapat mengurangi risiko pergeseran tanah yang berpotensi mengganggu jalan maupun kawasan permukiman di sekitar Villa Pamulang.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengendalian genangan. Dengan kondisi tebing sungai yang lebih kuat, risiko kerusakan akibat derasnya aliran air dapat ditekan ketika debit sungai mengalami peningkatan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan turut memantau pekerjaan penanganan di kawasan tersebut. Pemerintah daerah mendorong agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengerjaan infrastruktur pengaman sungai menjadi semakin penting menjelang musim hujan. Pemerintah perlu memastikan sejumlah titik rawan telah mendapatkan penanganan sebelum intensitas hujan meningkat.

Selain pembangunan fisik, pemeliharaan aliran sungai juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir. Masyarakat di sekitar sungai diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke aliran air.

Penanganan banjir dan longsor tidak dapat hanya mengandalkan satu jenis infrastruktur. Normalisasi aliran, pemeliharaan drainase, penguatan tebing, serta kesiapsiagaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pemkot Tangsel menargetkan pembangunan bronjong dan penataan kawasan dapat diselesaikan pada akhir 2026. Penyelesaian pekerjaan diharapkan memberikan perlindungan lebih baik bagi kawasan Villa Pamulang.

Langkah penguatan Sungai Angke tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam mengurangi dampak bencana. Dengan infrastruktur yang lebih kuat dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, risiko banjir serta longsor di kawasan rawan diharapkan dapat diminimalkan.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !