Reynaldo, seorang penyandang disabilitas berusia 31 tahun, menunjukkan semangat untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil. Dari Cileungsi, Kabupaten Bogor, ia menempuh perjalanan sekitar 59 kilometer menuju Job Fair Jakarta Barat yang digelar di Gelanggang Remaja Kecamatan Cengkareng. Perjalanan tersebut ditempuhnya seorang diri menggunakan sepeda motor selama lebih dari dua jam.
Bagi Reynaldo, perjalanan panjang tersebut merupakan bagian dari usahanya untuk menemukan pekerjaan yang mampu memberikan penghasilan tetap setiap bulan. Ia sebelumnya bekerja di sebuah kantor hukum di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur. Namun, pekerjaan tersebut tidak memberikan pendapatan yang stabil karena penghasilannya bergantung pada proyek yang diperoleh.
Kondisi tersebut membuat Reynaldo memutuskan untuk mencari peluang baru. Ia ingin mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan bulanan yang lebih pasti sehingga dapat memiliki kondisi keuangan yang lebih terencana. Job Fair Jakarta Barat menjadi salah satu tempat yang ia datangi untuk mencari kesempatan tersebut.
Informasi mengenai kegiatan bursa kerja itu diketahui Reynaldo melalui media sosial Instagram serta situs Pemerintah Kota Jakarta Barat. Menurutnya, mendatangi job fair secara langsung memberikan keuntungan tersendiri karena ia dapat melihat berbagai posisi yang tersedia sekaligus memperoleh informasi rekrutmen langsung dari perusahaan.
Di lokasi bursa kerja, Reynaldo mencari posisi yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuannya. Salah satu pekerjaan yang menarik perhatiannya adalah posisi legal officer. Ia berharap perusahaan semakin terbuka terhadap pencari kerja dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang tertentu.
Reynaldo telah hidup sebagai penyandang disabilitas selama sekitar 25 tahun. Kondisi tersebut bermula ketika dirinya mengalami kecelakaan kereta api saat masih berusia sekitar lima tahun pada 1999. Peristiwa tersebut menyebabkan kondisi tangan kirinya tidak lagi berfungsi secara sempurna sehingga dalam aktivitas sehari-hari ia menggunakan tangan palsu.
Meski menghadapi kondisi tersebut sejak usia dini, Reynaldo berusaha beradaptasi dengan berbagai aktivitas. Salah satunya adalah kemampuan mengendarai sepeda motor dengan satu tangan. Ia mengaku telah terbiasa mengendarai kendaraan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Selain sepeda motor, Reynaldo juga mampu mengemudikan mobil dengan transmisi manual maupun otomatis. Kemampuan tersebut menjadi salah satu bentuk kemandiriannya dalam menjalani aktivitas sehari-hari sekaligus mencari penghidupan.
Bagi Reynaldo, kondisi disabilitas bukan alasan untuk berhenti berusaha. Ia berusaha melihat kemampuan yang masih dimilikinya dan menggunakannya untuk menjalani kehidupan secara mandiri.
Dalam perjalanan mencari pekerjaan, Reynaldo melihat bahwa kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas masih terbatas. Menurutnya, memang terdapat perusahaan yang menyediakan kesempatan bagi penyandang disabilitas, tetapi jumlah lowongan yang tersedia masih belum banyak.
Karena itu, ia berharap semakin banyak perusahaan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Menurutnya, kesempatan yang lebih luas dapat membantu penyandang disabilitas membuktikan bahwa mereka mampu berkontribusi dalam lingkungan kerja.
Reynaldo juga berharap kegiatan job fair di berbagai daerah dapat semakin memperhatikan kebutuhan pencari kerja penyandang disabilitas. Informasi mengenai lowongan yang inklusif dinilai penting agar pencari kerja dapat mengetahui perusahaan mana saja yang memberikan kesempatan berdasarkan kompetensi.
Bagi Reynaldo, perjuangan mencari pekerjaan bukan sesuatu yang harus dihindari hanya karena perjalanan yang panjang atau kondisi fisik yang dimiliki. Ia memilih terus berusaha dan mendatangi berbagai kesempatan yang tersedia demi mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Ia juga menyampaikan pesan kepada sesama penyandang disabilitas agar tetap memiliki semangat dalam mencari kesempatan. Menurutnya, kondisi yang berbeda tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencoba.
Reynaldo percaya bahwa usaha dan doa harus berjalan bersama. Perjalanan puluhan kilometer menuju job fair menjadi salah satu bukti bahwa ia masih terus berupaya mendapatkan kehidupan yang lebih baik melalui pekerjaan yang stabil.
Kisah Reynaldo sekaligus menggambarkan pentingnya akses kerja yang inklusif. Ketika perusahaan membuka kesempatan berdasarkan kemampuan dan kompetensi, pencari kerja dari berbagai kondisi dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk menunjukkan potensi mereka.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !