Serang – Kapal Arupadhatu yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari wilayah Carita, Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan. Proses pencarian berlangsung selama beberapa pekan hingga salah satu kru kapal akhirnya berhasil diidentifikasi dari jasad yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Kapolda Banten Irjen Hengki menjelaskan rangkaian peristiwa tersebut dalam konferensi pers di Polda Banten pada Rabu (23/9/2026). Delapan orang yang berada di kapal terdiri atas lima jurnalis serta tiga kru, yakni kapten kapal Warta, ABK Surakhman, dan pemandu Heriyanto.
Kapal yang membawa rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan dilakukan dalam rangka peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Namun, setelah keberangkatan tersebut, rombongan tidak kunjung kembali. Pada 8 September, keluarga mulai melaporkan hilangnya kontak dengan anggota keluarga mereka yang berada di kapal tersebut. Laporan kehilangan kemudian menjadi dasar dilakukannya upaya pencarian terhadap seluruh penumpang dan kru.
Proses pencarian terus dilakukan oleh tim terkait. Pada Sabtu, 12 September 2026, atau sekitar hari kelima pencarian, muncul informasi mengenai penemuan jasad seorang pria di Pulau Enggano, Bengkulu Utara.
Jasad tersebut pada awalnya belum diketahui identitasnya. Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk proses evakuasi. Setelah jasad berada dalam penanganan pihak berwenang, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui identitasnya.
Untuk memastikan identitas jasad, kepolisian melakukan pemeriksaan DNA dengan membandingkan data yang tersedia dengan sampel keluarga dari para korban yang masih hilang. Polda Banten sebelumnya mengumpulkan sampel dari keluarga delapan orang yang berada dalam kapal tersebut.
Proses pemeriksaan membutuhkan waktu sebelum identitas jasad dapat dipastikan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian pencarian dan penanganan kasus hilangnya kapal beserta seluruh penumpangnya.
Pada 23 September 2026, hasil pemeriksaan memastikan jasad yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan Surakhman, salah satu kru kapal Arupadhatu. Identifikasi dilakukan berdasarkan pemeriksaan forensik dan kecocokan dengan data antemortem keluarga.
Dengan teridentifikasinya Surakhman, informasi mengenai nasib salah satu dari delapan orang yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya mendapatkan kepastian. Sementara itu, proses pencarian terhadap rombongan tersebut telah dihentikan sebagaimana disampaikan pihak kepolisian.
Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Selain mereka, terdapat tiga kru kapal yakni Warta sebagai kapten, Surakhman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Peristiwa hilangnya kapal tersebut menjadi perhatian luas karena rombongan berangkat untuk menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Identifikasi Surakhman memberikan kepastian mengenai salah satu kru, sementara informasi mengenai anggota rombongan lainnya tetap menjadi bagian dari penanganan dan pendataan pihak berwenang.

Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !