Perburuan Benda Antik Marak di Sungai Batanghari, Aktivitas Akhirnya Ditertibkan Polisi

Perburuan Benda Antik Marak di Sungai Batanghari, Aktivitas Akhirnya Ditertibkan Polisi

Aktivitas pencarian benda antik di aliran Sungai Batanghari, Desa Senaung, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi perhatian warga setelah berlangsung selama sekitar sepekan. Kegiatan tersebut semakin ramai ketika debit air sungai menyusut akibat kemarau panjang sehingga bagian dasar sungai yang biasanya tertutup air mulai terlihat.

Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah orang untuk mencari berbagai benda yang diduga berasal dari masa lalu. Puluhan perahu bermesin dilaporkan hilir-mudik menyusuri aliran Sungai Batanghari. Para pencari tersebut melakukan penyelaman ke dasar sungai menggunakan peralatan sederhana untuk menemukan benda yang dianggap memiliki nilai tertentu.

Benda yang menjadi sasaran pencarian cukup beragam. Selain barang-barang yang diduga merupakan benda antik atau peninggalan masa lalu, aktivitas tersebut juga menyasar besi tua dan benda lainnya yang ditemukan di dasar sungai. Kondisi itu kemudian menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.

Menindaklanjuti laporan warga, Unit Reskrim Polsek Jalur Luar Kota (Jaluko), Polres Muaro Jambi, bersama Pemerintah Desa Senaung mendatangi lokasi. Petugas kemudian membubarkan aktivitas pencarian benda antik tersebut sebagai langkah untuk menjaga ketertiban dan mencegah munculnya persoalan di tengah masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Jaluko Ipda Budi Setiawan mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait maraknya aktivitas pencarian benda di kawasan sungai. Petugas kemudian turun ke lokasi setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Saat petugas tiba, para pencari benda antik membubarkan diri. Perahu dan sejumlah peralatan yang digunakan untuk melakukan aktivitas tersebut turut diamankan dan diminta untuk segera dikeluarkan dari wilayah Sungai Batanghari di Desa Senaung.

Kepolisian menyatakan pemantauan di kawasan tersebut akan terus dilakukan. Langkah itu bertujuan mencegah aktivitas pencarian benda maupun kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat kembali terjadi di lokasi.

Kepala Desa Senaung Bustomi menjelaskan bahwa aktivitas pencarian benda di sungai telah berlangsung kurang lebih satu minggu. Kehadiran para pencari tersebut mulai membuat warga merasa tidak nyaman, terlebih karena aktivitas dilakukan di sungai yang masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Desa Senaung, Sungai Batanghari bukan hanya menjadi lokasi yang memiliki potensi menyimpan benda bersejarah. Sungai tersebut juga digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci. Karena itu, perubahan kualitas air menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian warga.

Aktivitas pengerukan dan pengadukan dasar sungai membuat kondisi air menjadi semakin keruh. Warga khawatir keadaan tersebut dapat mengganggu kebutuhan sehari-hari sekaligus menimbulkan dampak terhadap kesehatan apabila terus berlangsung.

Kepala Desa Senaung berharap kegiatan pencarian tersebut tidak kembali dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kondisi sungai yang tetap aman dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika wilayah tersebut sedang menghadapi kondisi kemarau dan debit air mengalami penyusutan.

Penertiban ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di wilayah sungai perlu memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar. Terlebih, apabila kegiatan tersebut berpotensi mengganggu lingkungan, mengubah kondisi air, atau menimbulkan keresahan, diperlukan pengawasan dan penanganan dari pihak berwenang.

Polisi mengimbau masyarakat yang beraktivitas di Sungai Batanghari agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, dan ketertiban warga. Aparat juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau kondisi di lapangan dan mencegah aktivitas serupa kembali berlangsung.

Dengan adanya penertiban tersebut, aktivitas perburuan benda antik di wilayah Desa Senaung untuk sementara dihentikan. Pemerintah desa dan kepolisian berharap kondisi Sungai Batanghari dapat kembali kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa merasa terganggu.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !