Kebakaran melanda Apartemen Teluk Intan yang berada di Jalan Teluk Intan, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (20/9/2026) malam. Peristiwa tersebut sempat membuat sejumlah penghuni terjebak di dalam bangunan akibat kepulan asap dan api yang menjalar ke beberapa lantai.
Berdasarkan keterangan petugas, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada panel yang berada di lantai 8. Api kemudian menyebar ke sejumlah bagian bangunan dan merambat hingga beberapa lantai lainnya. Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai munculnya asap tebal dari area apartemen.
Kepala Seksi Operasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, menyebut dugaan awal penyebab kebakaran adalah gangguan pada instalasi listrik. Panel listrik di lantai 8 menjadi bagian pertama yang dilaporkan terbakar sebelum api kemudian menjalar ke lantai lainnya.
Api diketahui merambat ke lantai 5, 6, 7, 9, dan 10. Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan pengerahan personel dan armada pemadam dalam jumlah cukup besar. Petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan penyelamatan terhadap penghuni yang masih berada di dalam gedung.
Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 80 personel dikerahkan ke lokasi. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 18.45 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pelokalan api sekaligus pendinginan untuk memastikan titik-titik yang terbakar tidak kembali menimbulkan api.
Dalam proses evakuasi, sebanyak 53 penghuni apartemen berhasil dikeluarkan dari bangunan dalam kondisi selamat. Mereka terdiri atas 21 pria dewasa, 24 perempuan dewasa, tujuh anak-anak, serta satu orang lanjut usia.
Sebelum petugas pemadam tiba, pihak pengelola apartemen sempat melakukan upaya awal untuk mengatasi api menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan kobaran api yang berasal dari area panel listrik.
Kepulan asap yang terlihat dari sekitar lokasi kemudian menarik perhatian warga. Laporan mengenai kejadian tersebut segera diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 20.38 WIB. Petugas memastikan proses evakuasi tetap dilakukan selama penanganan berlangsung untuk mencegah adanya penghuni yang masih tertinggal di dalam bangunan.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh 53 penghuni yang sempat terjebak berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara itu, kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Penyebab kebakaran masih disebut sebagai dugaan berdasarkan keterangan awal petugas. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi instalasi listrik serta titik awal munculnya api. Penanganan pascakebakaran juga menjadi penting untuk memastikan keamanan bangunan sebelum kembali digunakan oleh para penghuni.
Peristiwa ini menjadi pengingat mengenai pentingnya pemeriksaan berkala terhadap instalasi kelistrikan, terutama pada bangunan bertingkat yang dihuni banyak orang. Sistem kelistrikan yang terawat serta kesiapan peralatan keselamatan dan prosedur evakuasi menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ketika terjadi keadaan darurat.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !