Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menanggapi beredarnya video tidak pantas yang diduga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Menyikapi kejadian tersebut, Mahyeldi menegaskan pentingnya menjaga etika, kedisiplinan, serta profesionalitas seluruh aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas.
Mahyeldi mengingatkan para pejabat dan ASN agar tidak melakukan aktivitas berduaan dengan lawan jenis di dalam ruangan kerja, terutama dalam situasi yang berpotensi menimbulkan persoalan etika maupun persepsi negatif di tengah masyarakat. Menurutnya, lingkungan pemerintahan harus menjadi tempat kerja yang menjunjung tinggi integritas dan norma kedinasan.
Peringatan tersebut disampaikan setelah video yang dikaitkan dengan seorang ASN di Sumatera Barat menjadi perhatian publik. Pemerintah daerah menilai persoalan tersebut perlu disikapi secara serius agar tidak menimbulkan dampak terhadap kepercayaan masyarakat maupun citra aparatur pemerintahan.
Mahyeldi menekankan bahwa ASN memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Selain menjalankan tugas sesuai aturan, aparatur negara juga dituntut menjaga perilaku ketika berada di lingkungan kerja maupun dalam menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan kedinasan.
Ia juga meminta jajaran pemerintah daerah memperkuat pengawasan internal dan pembinaan terhadap ASN. Setiap aparatur diharapkan memahami batasan perilaku yang sesuai dengan kode etik dan ketentuan kedinasan sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga perlu memastikan setiap dugaan pelanggaran ditangani melalui mekanisme pemeriksaan yang berlaku. Proses tersebut penting untuk mengetahui fakta sebenarnya sekaligus menentukan langkah pembinaan atau tindakan administratif apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan kepegawaian.
Mahyeldi mengingatkan bahwa jabatan sebagai ASN bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab moral sebagai bagian dari aparatur negara. Karena itu, setiap pegawai harus mampu menjaga sikap, perilaku, dan kehormatan institusi dalam menjalankan tugasnya.
Pemerintah daerah berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran ASN di Sumatera Barat. Penguatan etika kerja, kedisiplinan, serta pengawasan di lingkungan pemerintahan dinilai penting untuk menciptakan suasana kerja yang profesional sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Masyarakat juga diharapkan tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar. Setiap dugaan pelanggaran perlu diselesaikan melalui pemeriksaan dan mekanisme resmi agar fakta yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan serta tidak menimbulkan tuduhan yang keliru terhadap pihak tertentu.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !