Setahun Berlalu, Makam Affan Kurniawan Masih Didatangi Peziarah

 

Setahun Berlalu, Makam Affan Kurniawan Masih Didatangi Peziarah

Hampir satu tahun setelah Affan Kurniawan meninggal dunia, suasana di makamnya di Blok A1 TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, kini jauh lebih tenang dibandingkan masa-masa awal setelah pemakamannya. Meski demikian, pusara Affan belum sepenuhnya sepi. Sejumlah mahasiswa dan anggota keluarga masih sesekali datang untuk berziarah dan mendoakan almarhum.

Petugas kebersihan TPU Karet Bivak menyebut kunjungan ke makam Affan memang sudah tidak seramai beberapa bulan pertama setelah kepergiannya. Dalam beberapa waktu terakhir, mahasiswa masih terlihat datang untuk berdoa, meski frekuensinya mulai berkurang. Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan dan cara sebagian masyarakat untuk tetap mengenang sosok Affan.

Selain mahasiswa, keluarga Affan juga masih beberapa kali mendatangi makam. Ayah dan paman almarhum disebut pernah terlihat berziarah, meskipun kedatangan keluarga tidak dilakukan secara rutin setiap bulan. Para peziarah biasanya datang dengan suasana sederhana, memanjatkan doa, kemudian meninggalkan area pemakaman.

Menjelang satu tahun wafatnya Affan, pihak keluarga sebelumnya telah menyampaikan imbauan agar masyarakat maupun rekan seprofesi tidak menggelar kegiatan peringatan secara berlebihan. Orang tua Affan meminta agar momentum tersebut cukup diisi dengan doa dan penghormatan yang sewajarnya.

Imbauan keluarga tersebut tidak mengurangi penghormatan masyarakat kepada Affan. Kunjungan ke makam tetap berlangsung secara berkala, sementara sejumlah kelompok masyarakat juga masih mengenang namanya melalui berbagai kegiatan. Bagi mereka, Affan telah menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang meninggalkan perhatian luas di tengah masyarakat.

Affan Kurniawan meninggal dunia pada 28 Agustus 2025 setelah berada di tengah kericuhan demonstrasi di Jakarta. Peristiwa tersebut kemudian memunculkan perhatian besar dari masyarakat, khususnya komunitas pengemudi ojek daring. Berbagai aksi solidaritas dan tuntutan keadilan pun muncul di sejumlah daerah setelah kabar mengenai kematian Affan tersebar luas.

Seiring berjalannya waktu, nama Affan tidak hanya dikenang sebagai seorang pengemudi ojek daring. Kepergiannya kemudian menjadi simbol tuntutan masyarakat agar persoalan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mendapatkan penanganan dan kejelasan melalui proses hukum yang berlaku.

Setahun setelah peristiwa tersebut, suasana di sekitar makam Affan memang telah berubah. Tidak lagi terlihat keramaian seperti pada masa-masa awal setelah pemakaman. Namun, kedatangan mahasiswa, keluarga, dan peziarah lainnya menunjukkan bahwa kenangan terhadap Affan masih tetap hidup di tengah sebagian masyarakat.

Makam di TPU Karet Bivak itu kini menjadi tempat sederhana bagi mereka yang ingin mengenang dan mendoakan Affan. Tidak ada peringatan besar yang dipersiapkan oleh keluarga. Namun, bagi para peziarah, kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa satu tahun berlalu tidak serta-merta menghapus ingatan atas sebuah peristiwa yang pernah menyita perhatian publik.

Menjelang peringatan satu tahun kepergiannya, keluarga berharap masyarakat dapat menghormati suasana duka dengan cara yang sederhana. Doa dan penghormatan yang dilakukan dengan tertib dinilai cukup untuk mengenang Affan tanpa harus menggelar kegiatan secara berlebihan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !