Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pemulihan setelah kebakaran melanda Desa Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Selain menangani warga yang terdampak, pemerintah juga berupaya memastikan aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat tetap dapat berjalan, salah satunya melalui rencana pembangunan museum sementara.
Kebakaran yang terjadi pada kawasan permukiman tradisional masyarakat Suku Sasak tersebut menimbulkan kerusakan cukup besar. Sejumlah rumah adat, toko cinderamata, fasilitas umum, serta bangunan yang berkaitan dengan aktivitas wisata terdampak dalam peristiwa tersebut. Kondisi itu tidak hanya menjadi persoalan bagi kelangsungan kehidupan warga, tetapi juga menyangkut keberadaan Desa Adat Sade sebagai salah satu kawasan budaya yang menjadi daya tarik wisata di Lombok.
Pembangunan museum sementara menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga agar aktivitas wisata di kawasan tersebut tidak terhenti sepenuhnya selama proses pemulihan berlangsung. Keberadaan museum diharapkan dapat tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Sasak kepada wisatawan yang datang.
Langkah tersebut dinilai penting karena banyak warga Desa Adat Sade menggantungkan pendapatan dari aktivitas yang berkaitan dengan pariwisata. Selain menjual kerajinan dan kain tenun tradisional, masyarakat juga memperoleh penghasilan dari kegiatan perdagangan serta berbagai layanan yang mendukung kunjungan wisatawan.
Karena itu, pemulihan Desa Adat Sade tidak hanya diarahkan pada pembangunan kembali bangunan yang mengalami kerusakan. Pemerintah juga perlu memastikan roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak. Dukungan terhadap pelaku usaha lokal menjadi salah satu faktor penting agar warga yang terdampak dapat kembali memperoleh penghasilan secara bertahap.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempersiapkan konsep pemulihan kawasan dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai budaya masyarakat Sasak. Proses pembangunan kembali diharapkan tidak menghilangkan keaslian arsitektur tradisional maupun tata ruang kawasan adat yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas Desa Sade.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian setelah kebakaran tersebut. Sebagian besar bangunan tradisional di kawasan Sade menggunakan material seperti kayu, bambu, dan ilalang yang memiliki risiko tinggi ketika terjadi kebakaran. Pemerintah kini mempertimbangkan penguatan infrastruktur keselamatan, termasuk sistem kelistrikan dan fasilitas penanggulangan kebakaran.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penataan jaringan listrik dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan adat. Pemerintah juga melihat kemungkinan penggunaan instalasi listrik bawah tanah agar kebutuhan energi tetap dapat dipenuhi tanpa mengganggu karakter kawasan. Namun, setiap rencana tersebut akan dibahas bersama masyarakat setempat agar sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal.
Sementara itu, proses penyelidikan mengenai penyebab kebakaran masih berlangsung. Kepolisian melibatkan Pusat Laboratorium Forensik untuk membantu mengidentifikasi sumber maupun penyebab kebakaran. Hasil pemeriksaan tersebut masih ditunggu dan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai awal mula terjadinya kebakaran.
Pemerintah daerah sebelumnya juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak. Bantuan pangan, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, serta pendampingan bagi anak-anak menjadi bagian dari penanganan awal setelah musibah. Langkah tersebut dilakukan sembari pemerintah menyusun rencana pemulihan kawasan dalam jangka menengah dan panjang.
Pemulihan Desa Adat Sade diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap kawasan adat dan warisan budaya di Indonesia. Selain membangun kembali fasilitas yang rusak, pemerintah perlu memastikan sistem mitigasi bencana diperkuat agar kawasan dengan bangunan tradisional memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap risiko kebakaran.
Dengan adanya museum sementara, dukungan terhadap aktivitas ekonomi warga, serta rencana pemulihan kawasan yang mempertahankan nilai budaya, pemerintah berharap kehidupan masyarakat Sade dapat kembali berjalan secara bertahap. Pemulihan tersebut diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik kawasan, tetapi juga menjaga keberlangsungan budaya dan mata pencaharian masyarakat setempat.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !