Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memberikan sejumlah catatan terkait capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen. Menurutnya, angka tersebut merupakan sinyal positif bahwa perekonomian nasional masih mampu tumbuh di tengah berbagai tantangan global, namun pemerintah tetap perlu mewaspadai sejumlah faktor yang dapat memengaruhi keberlanjutan pertumbuhan pada periode berikutnya.
Said menilai pertumbuhan ekonomi yang berada di atas lima persen menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional masih cukup kuat. Aktivitas konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta kinerja sejumlah sektor usaha dinilai masih menjadi penopang utama pertumbuhan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah karena tantangan ekonomi global masih berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian serius, di antaranya menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan investasi produktif, serta memperkuat sektor industri nasional agar mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Selain itu, Said juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas fiskal melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat. Pemerintah dinilai perlu tetap berhati-hati dalam mengelola belanja negara agar mampu mendukung program-program prioritas tanpa mengganggu kesinambungan fiskal. Kebijakan anggaran yang tepat diharapkan mampu menjadi instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor.
Di sisi lain, ia menilai sektor-sektor produktif seperti manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan harus terus diperkuat karena memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) serta penyerapan tenaga kerja. Peningkatan produktivitas di sektor-sektor tersebut diyakini akan menjadi motor utama dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.
Said juga mengingatkan bahwa pemerintah perlu terus memperkuat iklim investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mendorong transformasi digital agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing di tingkat internasasional. Menurutnya, reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi juga menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak investasi yang dapat menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Ia berharap capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen dapat menjadi pijakan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas pada masa mendatang. Tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, pemerintah juga diharapkan mampu memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, dan penguatan perlindungan sosial.
Dengan berbagai catatan tersebut, Said Abdullah optimistis ekonomi Indonesia tetap memiliki prospek yang baik selama pemerintah mampu menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat sektor riil, serta menjalankan kebijakan fiskal dan moneter secara terukur. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi berbagai tantangan ekonomi global di masa depan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !