JAKARTA – Mahasiswa Universitas Trisakti berencana mendatangi Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) pada Kamis (5/11/2026). Kedatangan tersebut dilakukan untuk menagih tindak lanjut atas sejumlah janji yang disampaikan perwakilan Setneg ketika menemui mahasiswa dalam aksi unjuk rasa pada 29 Oktober 2026.
Rencana kedatangan itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengawal aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah. Mereka ingin memastikan tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi tidak berhenti sebatas pernyataan atau komitmen lisan, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah nyata.
Dalam aksi sebelumnya, mahasiswa Trisakti menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Massa membawa tiga tuntutan utama yang mereka sebut sebagai Tritura atau Tri Tuntutan Rakyat.
Tiga tuntutan tersebut mencakup pemulihan ekonomi, ekologi, pendidikan, politik, dan kesehatan nasional. Mahasiswa juga mendesak pemberantasan inkompetensi serta praktik rangkap jabatan di kalangan pejabat publik, sekaligus meminta penegakan supremasi sipil.
Dalam demonstrasi pada 29 Oktober, mahasiswa sempat berdialog dengan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Binbin Firman Tresnadi. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah aksi, setelah perwakilan Setneg mendatangi massa yang berkumpul di sekitar Patung Kuda.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa adalah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Mereka menyoroti kondisi masyarakat yang terdampak asap, terutama warga yang mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan akses pengobatan.
Dalam dialog tersebut, Binbin menyampaikan komitmen agar masyarakat terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat karhutla bisa memperoleh layanan pengobatan gratis di rumah sakit. Ia juga menyatakan akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada kementerian dan lembaga terkait.
Selain persoalan layanan kesehatan, Binbin menyebut akan meneruskan tuntutan mahasiswa mengenai evaluasi kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ia juga menyampaikan akan meneruskan rekomendasi terkait evaluasi jajaran Kementerian Kehutanan kepada pihak yang berwenang.
Namun, komitmen tersebut belum sepenuhnya meredakan keraguan mahasiswa. Dalam pertemuan sebelumnya, sejumlah peserta aksi mempertanyakan kepastian realisasi janji pemerintah, khususnya mengenai pengobatan gratis bagi warga terdampak karhutla.
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Deni Wibowo, juga sempat mengingatkan peserta aksi agar tidak langsung mempercayai janji yang disampaikan perwakilan Setneg. Ia menyinggung pernyataan sebelumnya mengenai penanganan karhutla yang menurut mahasiswa belum menunjukkan hasil sebagaimana dijanjikan.
Karena itu, rencana mendatangi Setneg pada 5 November menjadi bentuk penagihan komitmen sekaligus pengawalan terhadap tuntutan yang telah disampaikan. Mahasiswa menginginkan penjelasan mengenai perkembangan tindak lanjut pemerintah dan langkah konkret yang telah dilakukan sejak dialog berlangsung.
Aksi tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa masih menempatkan persoalan karhutla, pemulihan sektor nasional, kualitas pejabat publik, dan supremasi sipil sebagai isu yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Bagi mereka, penyampaian aspirasi tidak cukup dilakukan satu kali, tetapi perlu diikuti pengawasan terhadap pelaksanaannya.
Melalui rencana kedatangan ke Setneg, mahasiswa Trisakti berharap pemerintah memberikan kejelasan atas janji yang telah disampaikan. Mereka juga mendorong agar aspirasi masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana dan membutuhkan layanan kesehatan, memperoleh tindak lanjut yang terukur.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !