SEMARANG – Video perselisihan antara sejumlah warga terkait pembuangan limbah warung bakso di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pria yang terlihat bersitegang dalam rekaman tersebut akhirnya memberikan penjelasan mengenai kejadian yang sebenarnya. Pria bernama Eka Kurniawan (56) itu mengaku sempat terbawa emosi ketika berusaha menengahi perselisihan yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.
Eka menjelaskan, peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, suasana di depan rumah warga mendadak ramai akibat adanya perdebatan mengenai pembuangan limbah dari warung Bakso Bintang 2 ke saluran got yang berada di depan rumah penduduk. Mendengar keributan tersebut, Eka kemudian keluar rumah untuk mengetahui persoalan yang sedang terjadi sekaligus mencoba meredakan ketegangan antarpihak.
Menurut pengakuannya, kedatangannya bukan untuk membela salah satu pihak, melainkan berupaya menjadi penengah agar permasalahan tidak semakin meluas. Ia meminta warga yang terlibat perselisihan untuk menghentikan perdebatan dengan suara keras, terlebih karena kejadian berlangsung pada malam hari dan berada di lingkungan permukiman.
Eka juga menyarankan agar persoalan tersebut disampaikan melalui pengurus Rukun Tetangga (RT) sehingga dapat dibahas dalam forum warga. Menurutnya, penyelesaian melalui jalur lingkungan dinilai lebih tepat dibandingkan melanjutkan perdebatan secara langsung di lokasi kejadian. Ia berharap persoalan pembuangan limbah tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan setempat.
Dalam keterangannya, Eka menegaskan bahwa dirinya merupakan salah satu pengurus RT yang tinggal di seberang warung Bakso Bintang 2. Rumahnya berada di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di samping rumah warga yang sebelumnya menyampaikan keberatan terkait pembuangan limbah ke saluran got. Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya memiliki hubungan pekerjaan dengan warung tersebut. Eka menegaskan bukan pemilik maupun karyawan usaha bakso itu.
Eka mengakui bahwa situasi kemudian memanas setelah dirinya menyampaikan imbauan agar perdebatan dihentikan. Ia merasa tersinggung ketika salah satu pihak melontarkan perkataan yang menurutnya tidak pantas. Ucapan tersebut mempertanyakan apakah dirinya harus menggunakan bahasa hewan atau bahasa binatang ketika berbicara. Perkataan itulah yang, menurut Eka, membuat emosinya terpancing hingga akhirnya terjadi adu mulut yang terekam dalam video viral.
Selain menjelaskan kronologi perselisihan, Eka turut memberikan keterangan mengenai jenis limbah yang dipersoalkan warga. Ia menyebut cairan yang dialirkan ke saluran got merupakan limbah rumah tangga dari aktivitas pencucian peralatan makan. Menurut penjelasannya, kondisi tersebut serupa dengan air bekas mencuci piring di rumah yang kemudian dialirkan menuju selokan.
Eka juga menyampaikan bahwa pihak warung Bakso Bintang 2 telah menggunakan penanganan tertentu sebelum membuang air limbah. Ia mengklaim cairan tersebut terlebih dahulu mendapatkan perlakuan menggunakan mikroba anti-bau. Setelah proses tersebut, air limbah disebut masih diguyur kembali menggunakan air bersih sebanyak sekitar lima galon sebelum dialirkan ke saluran pembuangan.
Meski demikian, penjelasan Eka tersebut merupakan keterangan dari pihak yang terlibat dalam peristiwa dan belum dengan sendirinya menjawab seluruh keberatan warga mengenai pengelolaan limbah. Persoalan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian karena aktivitas pembuangan limbah warung bakso ke got di depan rumah penduduk dinilai mengganggu lingkungan sekitar.
Dalam perkembangan pemberitaan terkait kasus ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut memberikan perhatian terhadap praktik pembuangan limbah tersebut. DLH menyebut pembuangan limbah yang dilakukan warung bakso itu melanggar standar operasional prosedur (SOP). Hal ini menunjukkan bahwa persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan perselisihan antarwarga, tetapi juga menyangkut tata cara pengelolaan limbah usaha agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan permukiman.
Eka menilai video yang beredar di media sosial belum menggambarkan keseluruhan kejadian. Ia menyebut rekaman tersebut hanya memperlihatkan sebagian percakapan sehingga konteks awal permasalahan dan upayanya untuk menengahi perselisihan tidak terlihat secara utuh. Karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar masyarakat mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai alasan dirinya terlibat dalam perdebatan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian mengenai pentingnya komunikasi yang baik antara pelaku usaha dan masyarakat di sekitar tempat kegiatan usaha berlangsung. Pengelolaan limbah yang sesuai ketentuan, keterbukaan dalam menyelesaikan keluhan warga, serta peran pengurus lingkungan diperlukan agar persoalan serupa tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Sementara itu, penanganan persoalan limbah warung Bakso Bintang 2 tetap menjadi perhatian pihak terkait sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !