10 Sekolah Rakyat Permanen di Jawa Tengah Rampung, Kapasitas Capai 10.800 Siswa

10 Sekolah Rakyat Permanen di Jawa Tengah Rampung, Kapasitas Capai 10.800 Siswa

Pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat Tahap II permanen di Jawa Tengah telah rampung di 10 lokasi. Proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) Jawa Tengah tersebut tersebar di Kabupaten Brebes, Cilacap, Banyumas, Wonosobo, Sukoharjo, Sragen, Rembang, Pati, Jepara, serta Kota Semarang.

Keseluruhan fasilitas yang dibangun di 10 lokasi tersebut memiliki kapasitas hingga 10.800 siswa. Penyelesaian pembangunan ini menjadi bagian dari pengembangan program Sekolah Rakyat yang menyediakan fasilitas pendidikan terpadu bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Selain membangun sarana pendidikan, pelaksanaan proyek tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan data Kementerian PU, pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat di Jawa Tengah melibatkan 10.428 tenaga kerja. Sebagian tenaga kerja tersebut berasal dari masyarakat lokal yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

Tim Teknis Sekolah Rakyat Semarang, Tito Hadi Nata, mengatakan salah satu fasilitas Sekolah Rakyat dengan kawasan terbesar di Jawa Tengah berada di Kabupaten Jepara. Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dan memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang lebih lengkap dibandingkan lokasi lainnya.

Di kawasan Sekolah Rakyat Jepara terdapat lapangan sepak bola yang disebut memiliki standar FIFA, termasuk dari sisi rumput dan perlengkapan lapangannya. Selain itu, tersedia pula jogging track yang menjadi bagian dari fasilitas pendukung kegiatan siswa.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur pendukung turut menjadi perhatian dalam proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Salah satunya berupa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun di Kabupaten Wonosobo untuk mendukung kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah.

Desain bangunan Sekolah Rakyat juga mengutamakan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Tito menjelaskan penggunaan dinding roster serta kaca nako diterapkan untuk membantu menjaga aliran udara di dalam ruangan. Dengan rancangan tersebut, ruangan diupayakan tetap memiliki sirkulasi udara yang baik tanpa bergantung pada penggunaan pendingin ruangan.

Secara nasional, Kementerian PU membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi yang tersebar di 32 provinsi. Keseluruhan proyek tersebut memiliki daya tampung sekitar 122.000 siswa dan melibatkan kurang lebih 97.000 tenaga kerja lokal dalam proses pembangunannya.

Pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan untuk menyediakan ruang belajar, tetapi juga membentuk lingkungan pendidikan terpadu. Fasilitas yang tersedia mencakup gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa putra dan putri, kantin, dapur, serta hunian bagi tenaga pendidik sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Sejumlah fasilitas penunjang juga disiapkan untuk mendukung aktivitas pendidikan dan kehidupan siswa selama berada di lingkungan sekolah. Di antaranya laboratorium, gedung serbaguna, sarana ibadah, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Di Jawa Tengah sendiri, pemerintah sebelumnya telah menetapkan 10 Sekolah Rakyat permanen yang tersebar di sejumlah daerah. Selain sekolah permanen, terdapat pula enam Sekolah Rakyat rintisan. Pada tahun ajaran 2026/2027, program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah telah menampung 2.692 siswa yang terdiri atas 380 siswa SD, 1.038 siswa SMP, dan 1.274 siswa SMA.

Sepuluh Sekolah Rakyat permanen tersebut berada di Pati, Banyumas, Wonosobo, Sragen, Jepara, Brebes, Cilacap, Sukoharjo, Rembang, dan Kota Semarang. Para siswa mengikuti kegiatan pendidikan dengan fasilitas yang dirancang sebagai lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal, sesuai konsep sekolah berasrama.

Penyelesaian pembangunan tahap II di 10 lokasi tersebut diharapkan memperkuat kesiapan infrastruktur pendidikan di Jawa Tengah. Dengan tersedianya bangunan sekolah, asrama, fasilitas belajar, serta sarana pendukung lainnya, kapasitas layanan pendidikan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program dapat terus diperluas.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar penyediaan gedung pendidikan. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia melalui penyediaan akses pendidikan yang layak dan fasilitas yang memadai.

Program Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonominya.

Dengan rampungnya 10 lokasi pembangunan permanen di Jawa Tengah, pengembangan infrastruktur Sekolah Rakyat memasuki tahap pemanfaatan fasilitas sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing daerah. Pemerintah masih terus melakukan pengembangan program secara bertahap seiring kesiapan lahan, fasilitas, tenaga pendidik, dan kebutuhan peserta didik.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !