Karhutla di Lereng Gunung Agung Karangasem Membakar 18 Hektare Hutan Lindung

Karhutla di Lereng Gunung Agung Karangasem Membakar 18 Hektare Hutan Lindung

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Kebakaran melanda kawasan hutan lindung di Bukit Kembar, tepatnya pada Pal B 629, Dusun Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang. Berdasarkan hasil pemantauan dan pemetaan petugas, area hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 18 hektare.

Kebakaran tersebut diketahui mulai muncul pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Api terlihat membakar sejumlah titik di kawasan hutan lindung yang berada cukup jauh dari permukiman warga. Hingga pemantauan dilakukan, asap masih terlihat dari beberapa titik yang berada di kawasan perbukitan.

Luas area terdampak diketahui setelah dilakukan pemantauan oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, Kepala Resor Pengelolaan Hutan (KRPH) Abang, serta kelompok masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

Vegetasi yang terbakar di kawasan tersebut terdiri atas sejumlah jenis tanaman dan tumbuhan yang tumbuh di hutan lindung. Di antaranya pohon cemara, sonokeling, semak belukar, hingga rumput ilalang. Kondisi vegetasi yang kering membuat api dapat menjalar di sejumlah bagian kawasan perbukitan.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I Made Aditya Sugiharta mengatakan, kebakaran terpantau berada di kawasan hutan lindung lereng Gunung Agung. Dari hasil pemantauan, titik api bagian bawah telah mendapat penanganan awal oleh masyarakat bersama Bhabinkamtibmas setempat.

Namun, tidak seluruh titik api dapat dijangkau petugas maupun masyarakat. Titik api yang berada di bagian atas kawasan hutan masih sulit didatangi karena kondisi medan dan akses menuju lokasi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pemadaman secara langsung. Karena itu, tim gabungan melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang masih berpotensi mengalami kebakaran.

Petugas juga memastikan lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas, terutama apabila masih terdapat titik bara atau api yang belum sepenuhnya padam di kawasan hutan.

Salah seorang petani yang beraktivitas di sekitar lereng Gunung Agung, I Nengah Karta, mengatakan kebakaran mulai terlihat sejak Sabtu siang. Menurutnya, kondisi api pada saat pemantauan telah mulai mengecil, meskipun kepulan asap masih terlihat dari beberapa bagian kawasan hutan.

Penanganan kebakaran dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat dan petugas di wilayah sekitar. Pemantauan lanjutan juga melibatkan KRPH Abang, Kepala Wilayah Kedampal, serta masyarakat setempat untuk mengetahui perkembangan titik api di kawasan tersebut.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan yang memastikan sumber awal munculnya api maupun faktor yang menyebabkan kebakaran meluas hingga mencapai sekitar 18 hektare.

Kepala KPH Bali Timur I Made Maha Widhiarta sebelumnya mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Agung. Upaya tersebut antara lain mengaktifkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok peduli kebakaran serta melakukan sosialisasi di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.

Di Kabupaten Karangasem, kawasan hutan lindung di wilayah Kecamatan Abang dan Kubu termasuk area yang mendapat perhatian dalam pemetaan daerah rawan karhutla. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian dari upaya deteksi dini agar kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.

Kebakaran yang menghanguskan 18 hektare hutan lindung di Bukit Kembar Datah tersebut kini masih menjadi perhatian petugas. Pemantauan terhadap titik api dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap terkendali sekaligus mencegah api menjalar ke area hutan lainnya.

Jurnalis : Damara Rizky Elisyah

author avatar
Damara Rizky Elisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !