Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa. Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga menaruh perhatian terhadap kondisi psikologis warga, terutama mereka yang masih mengalami dampak trauma setelah bencana.
Selain meninjau kondisi di wilayah terdampak, Gibran mengajak mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk turut berkontribusi dalam membantu proses pemulihan masyarakat. Para mahasiswa diharapkan dapat mengambil bagian dalam kegiatan trauma healing, khususnya bagi korban yang membutuhkan pendampingan setelah mengalami bencana gempa.
Upaya pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah, fasilitas umum, maupun infrastruktur yang mengalami kerusakan. Kondisi mental dan psikologis masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian. Pengalaman menghadapi bencana dapat meninggalkan tekanan bagi sebagian korban, sehingga pendampingan yang tepat diperlukan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.
Keterlibatan mahasiswa UI diharapkan dapat menjadi bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit. Dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa dapat membantu berbagai kegiatan sosial sekaligus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam pendampingan psikososial.
Gibran menilai semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi situasi pascabencana. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi, relawan, tenaga profesional, serta organisasi sosial.
Kunjungan Wapres ke NTT juga menjadi momentum untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah diharapkan terus melakukan koordinasi agar bantuan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat secara tepat dan proses pemulihan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dalam proses pemulihan, perhatian terhadap anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan juga menjadi hal yang penting. Pendampingan psikologis yang dilakukan secara tepat dapat membantu masyarakat menghadapi masa pemulihan dengan lebih baik. Karena itu, kegiatan trauma healing perlu dilaksanakan dengan pendekatan yang sesuai dan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial pascabencana juga diharapkan dapat memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas antarmasyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kembali kehidupan warga setelah bencana sekaligus memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui kunjungan dan pesan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh. Pemulihan fisik perlu berjalan beriringan dengan pemulihan sosial dan psikologis agar masyarakat terdampak dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !