Tim UNAIR Raih Gelar Best Team Genera-Z Berbakti 2026, Ungguli UNPAD, UI, dan UGM

 

Tim UNAIR Raih Gelar Best Team Genera-Z Berbakti 2026, Ungguli UNPAD, UI, dan UGM

Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih predikat Best Team dalam program Genera-Z Berbakti 2026. Prestasi tersebut menjadi hasil dari perjuangan para mahasiswa yang menjalankan program pengabdian masyarakat selama lebih dari satu bulan di Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Keberhasilan Tim Amerta Pertiwi tidak diraih dengan mudah. Mereka harus melewati rangkaian proses seleksi dan penilaian sebelum akhirnya tampil sebagai salah satu tim terbaik dalam program yang diselenggarakan melalui Bakti BCA. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam pengembangan potensi desa wisata sekaligus merancang solusi berdasarkan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Dalam tahap akhir, Tim Amerta Pertiwi harus mempresentasikan hasil pelaksanaan program yang telah mereka jalankan di hadapan dewan juri. Tidak hanya melihat kemampuan peserta dalam menyampaikan laporan, proses penilaian juga mempertimbangkan sejauh mana program benar-benar diterapkan di lapangan, manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat, serta peluang agar program tersebut dapat terus berjalan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Terdapat empat aspek utama yang menjadi dasar penilaian, yakni kualitas presentasi, implementasi program, dampak yang dihasilkan, serta keberlanjutan program. Keempat indikator tersebut menjadi ukuran penting untuk melihat kemampuan setiap tim dalam mengubah gagasan yang sebelumnya dituangkan dalam proposal menjadi kegiatan nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah melalui penilaian akhir, Tim Amerta Pertiwi UNAIR berhasil menempati posisi teratas dan dinobatkan sebagai Best Team. Sementara itu, posisi Runner-Up I diraih Tim Pelita dari Universitas Padjadjaran (UNPAD). Tim KATALIS dari Universitas Indonesia (UI) berada di posisi Runner-Up II, sedangkan Tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati posisi Runner-Up III.

Ratusan Proposal Ikut Berkompetisi

Genera-Z Berbakti 2026 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Pada tahap pendaftaran, tercatat lebih dari 260 proposal yang berasal dari 98 perguruan tinggi negeri. Setelah melalui proses seleksi dan penjurian, delapan tim kemudian berhasil melaju ke tahap berikutnya untuk memperebutkan kesempatan menjadi tim terbaik.

Dari delapan tim tersebut, empat tim akhirnya terpilih sebagai pemenang dan mendapatkan kesempatan menjalankan program pengabdian di empat desa wisata binaan Bakti BCA. Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa harus beradaptasi dengan kondisi masyarakat setempat, mengidentifikasi persoalan, sekaligus menjalankan program yang telah mereka rancang.

Pengalaman tersebut membuat para peserta tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan menyesuaikan gagasan dengan kondisi nyata di lapangan. Tantangan yang dihadapi selama pengabdian menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mereka.

Pengabdian Tidak Berhenti pada Kompetisi

Program Genera-Z Berbakti pada dasarnya tidak hanya menempatkan mahasiswa dalam sebuah kompetisi. Para peserta juga didorong untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui pengembangan potensi desa wisata. Dengan demikian, keberhasilan sebuah tim tidak hanya dilihat dari kemampuan memenangkan penilaian, tetapi juga dari seberapa besar program yang dijalankan mampu memberikan dampak positif.

Hal tersebut membuat aspek keberlanjutan menjadi salah satu bagian penting dalam penilaian. Program yang baik diharapkan tidak berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa selesai. Sebaliknya, masyarakat setempat diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan berbagai inisiatif yang telah dibangun bersama selama program berlangsung.

Bagi Tim Amerta Pertiwi UNAIR, predikat Best Team menjadi penghargaan atas proses panjang yang telah mereka jalani. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengembangkan program di Desa Wisata Patakbanteng juga menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk memahami secara lebih dekat berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

Keberhasilan empat tim terbaik tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kemampuan akademik yang dipadukan dengan pengalaman di lapangan, generasi muda dapat ikut berkontribusi dalam menciptakan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program Genera-Z Berbakti 2026 pun menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bahwa pengabdian masyarakat membutuhkan proses, konsistensi, dan kerja sama. Ide yang baik harus mampu diterapkan secara nyata, diterima oleh masyarakat, serta memiliki peluang untuk terus berkembang setelah program berakhir.

Predikat Best Team yang diraih Tim Amerta Pertiwi UNAIR menjadi penutup dari rangkaian pengabdian mereka di Desa Wisata Patakbanteng. Prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat melahirkan program yang memiliki nilai manfaat serta mendorong pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.

Nama Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !